Sudah Mampu Finansial, Lebih Baik Haji Dulu atau Menolong Orang? Ini Penjelasan Buya Yahya

8 hours ago 1

Rabu, 15 April 2026 - 19:02 WIB

Jakarta, VIVA – Banyak orang yang sudah memiliki kemampuan finansial untuk berhaji, tetapi memilih menunda keberangkatan karena berbagai alasan. Salah satu alasan yang sering muncul adalah keinginan membantu orang lain yang membutuhkan atau menunggu anak-anak menjadi lebih mandiri. Lalu, mana yang sebaiknya didahulukan: berangkat haji atau menolong sesama?

Pertanyaan tersebut pernah diajukan kepada ulama kondang, Buya Yahya. Dalam sebuah kajian, beliau menjelaskan bahwa seseorang yang sudah mampu secara finansial memang memiliki kewajiban untuk berhaji. Namun, dalam praktiknya, ada beberapa hal yang perlu dipahami sebelum memutuskan waktu keberangkatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Buya Yahya, tanda paling jelas seseorang sudah wajib berhaji adalah ketika ia memiliki cukup biaya untuk menunaikan ibadah tersebut. 

“Bagi orang yang sudah wajib haji, mungkin tanda yang paling tampak hari ini adalah cukupnya bekal mampu untuk bayar biaya haji. Kalau orang sudah mampu punya biaya untuk haji, maka wajib baginya haji,” jelas Buya yang dikutip dari YouTube Al Bahjah TV pada Rabu, 15 April 2026. 

Meski demikian, kewajiban tersebut tidak selalu harus dilakukan seketika saat seseorang memiliki kemampuan finansial. Dalam mazhab Imam Syafi’i, terdapat konsep yang disebut tarakhi, yaitu kewajiban yang boleh ditunda dalam kondisi tertentu selama masih ada niat kuat untuk melaksanakannya.

Buya Yahya menegaskan bahwa seseorang boleh merencanakan keberangkatan haji di masa mendatang, misalnya setelah anak-anak tumbuh besar atau kondisi keluarga lebih stabil. 

“Dia bisa merencanakan tahun-tahun berikutnya dengan syarat azam ada niat saya akan haji, niat kuat azam bahwasanya saya akan haji mungkin setelah anak saya gede,” ujarnya.

Namun, menunda haji bukan berarti boleh dilakukan tanpa batas waktu. Ada batas kewajaran dalam menunda, terutama jika seseorang masih sehat dan memiliki harapan hidup yang cukup. Buya Yahya mengingatkan agar tidak menunda hingga usia terlalu tua karena kondisi fisik bisa menjadi kendala saat menjalankan ibadah haji.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga menekankan pentingnya segera mendaftar haji meskipun keberangkatan dilakukan beberapa tahun kemudian. 

“Yang penting Anda azam mendaftar haji dulu. Yang penting aku daftarkan nanti hajinya 10–15 tahun yang akan datang, oke seperti itu enggak apa-apa,” terang Buya Yahya.

Halaman Selanjutnya

Selain soal menunda haji, banyak orang juga bertanya apakah lebih baik menggunakan uang untuk menolong orang lain daripada berhaji. Dalam konteks ini, membantu sesama tentu merupakan amal yang sangat mulia. Namun, jika seseorang sudah memenuhi syarat wajib haji, maka kewajiban tersebut tetap harus diprioritaskan dan tidak boleh diabaikan sepenuhnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |