Susah Beli Rumah hingga Cari Kerja, Gen Z Mengaku Alami 'Midlife Crisis'

2 days ago 3

Senin, 20 April 2026 - 23:25 WIB

Jakarta, VIVA – Generasi Z yang selama ini dianggap sebagai generasi penuh semangat dan siap menghadapi masa depan ternyata justru sedang dilanda krisis besar, terutama soal keuangan. Sebuah studi terbaru menemukan sebanyak 38 persen Gen Z merasa seperti sedang mengalami “krisis paruh baya” meski usia mereka masih sangat muda.

Tekanan finansial disebut menjadi penyebab utama. Harga rumah yang semakin tak terjangkau, biaya hidup yang terus naik, hingga pasar kerja yang makin sulit dimasuki membuat banyak anak muda merasa kehilangan arah. Scroll untuk info lebih lanjut...

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Studi dari firma profesional global Ernst & Young (EY) menunjukkan kurang dari sepertiga Gen Z merasa aman secara finansial. Bahkan, lebih dari separuh responden mengaku sangat sering khawatir karena merasa tidak memiliki cukup uang.

Life coach Brittney Lindstrom menjelaskan bahwa tekanan finansial kronis dapat memengaruhi seluruh aspek kehidupan seseorang. “Ketika Anda kelelahan, semuanya terasa lebih sulit, terutama dalam mengelola emosi,” kata Lindstrom, seperti dikutip dari Your Tango, Senin, 20 April 2026.

Burnout bisa membuat Anda merasa rentan dan terlalu sensitif,” sambungnya. 

Bagi Gen Z, situasi ini bukan sekadar persoalan pribadi, tetapi hasil dari kondisi ekonomi yang jauh lebih berat dibanding generasi sebelumnya. Mereka memasuki usia dewasa saat pandemi, menghadapi pasar perumahan yang mahal, dan persaingan kerja yang jauh lebih ketat dibanding era orang tua mereka.

Platform investasi Arta Finance melakukan survei terhadap 2.000 orang dewasa Amerika Serikat pada Agustus 2024. Hasilnya menunjukkan 38 persen Gen Z merasa sedang mengalami krisis hidup layaknya krisis paruh baya.

Meski banyak faktor emosional yang berperan, masalah uang menjadi pemicu terbesar. Sebanyak 30 persen Gen Z mengaku stres berat karena persoalan finansial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain masalah uang, tekanan lain yang paling banyak dirasakan Gen Z adalah kesehatan mental sebesar 25 persen dan persoalan karier sebesar 23 persen. Kedua faktor ini dinilai sangat berkaitan dengan kestabilan finansial.

Banyak Gen Z juga merasa konsep American Dream atau mimpi sukses lewat kerja keras kini semakin mustahil diwujudkan. Mentalitas “kerja keras pasti berhasil” yang dulu diyakini generasi baby boomer dan sebagian Gen X kini dianggap tidak lagi relevan.

Halaman Selanjutnya

Mereka merasa sekeras apa pun bekerja, hasilnya tetap belum cukup untuk membeli rumah, membangun keluarga, atau mencapai stabilitas hidup.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |