Jakarta, VIVA – Menjelang musim haji, tradisi mengadakan syukuran sebelum berangkat ke Tanah Suci kembali ramai dilakukan masyarakat. Tidak sedikit pula jamaah yang menggelar acara serupa setelah pulang haji sebagai bentuk rasa syukur. Namun, di tengah tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun ini, masih banyak yang bertanya soal hukumnya dalam Islam.
Pengasuh LPD dan Pondok Pesantren Al Bahjah, Buya Yahya, menjelaskan bahwa syukuran sebelum maupun sesudah haji pada dasarnya diperbolehkan. Menurutnya, bentuk rasa syukur seperti berbagi makanan kepada tetangga dan kerabat merupakan hal yang baik selama tidak memberatkan diri sendiri.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Syukuran haji, bersyukur kan diperkenankan. Artinya mendapatkan kabar gembira bahwa dia akan melaksanakan ibadah haji, kemudian dia membuat masakan yang enak diberikan kepada tetangga,” ujar Buya Yahya yang dikutip dari kanal YouTube-nya pada Senin, 11 Mei 2026.
Ia menjelaskan bahwa acara syukuran juga bisa dimaknai sebagai bentuk sedekah dan doa agar perjalanan ibadah haji diberikan kelancaran serta dijauhkan dari musibah selama di perjalanan.
“Bisa jadi dimaknai ini adalah dengan bersedekah semoga bisa diberi pertolongan oleh Allah di perjalanan, akan tertolak dari bencana. Itu sah-sah saja,” lanjutnya.
Meski demikian, Buya Yahya mengingatkan agar tradisi tersebut tidak berubah menjadi beban sosial yang memaksa seseorang harus mengeluarkan biaya besar demi menjaga gengsi atau penilaian lingkungan sekitar.
Menurutnya, ada kondisi di beberapa daerah di mana biaya resepsi atau walimah keberangkatan haji justru jauh lebih besar dibanding kebutuhan utama lainnya. Hal inilah yang dinilai bisa menimbulkan kesulitan bagi calon jamaah.
“Tapi dengan catatan tidak boleh memaksakan diri. Sebab ada satu tradisi barangkali di sebuah kampung biaya walimah safar untuk resepsi berangkat haji lebih gede dari biaya hajinya. Itu merepotkan sehingga orang terseksa,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Buya Yahya juga menyoroti budaya yang terkadang membuat seseorang merasa wajib mengadakan acara besar karena takut dianggap pelit jika tidak melakukannya. Menurutnya, tradisi seperti itu tidak perlu dipertahankan apabila justru menimbulkan tekanan
“Kalau menjadi tradisi yang tidak baik, dihentikan enggak perlu. Maksudnya tradisi yang tidak baik kalau tidak melakukan itu dianggap pelit dan sebagainya sehingga dia harus memaksakan,” katanya lagi.
Halaman Selanjutnya
Meski begitu, ia tetap menegaskan bahwa berbagi makanan kepada tetangga, keluarga, dan kerabat sebelum ataupun setelah pulang haji tetap termasuk amalan yang baik dan diperbolehkan dalam Islam.

2 days ago
5











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)