Tegas! Iran Sebut Isu Bom Nuklir yang Dituduhkan AS Rekayasa Politik untuk Menakuti Dunia

4 hours ago 4

Jumat, 24 April 2026 - 14:10 WIB

VIVA –Kementerian Luar Negeri Iran angkat bicara mengenai narasi bom nuklir Iran yang terus digunakan Amerika Serikat selama lebih dari dua dekade. Melalui juru bicaranya, Esmaeil Baghei, Iran meyebut narasi tersebut sebagai konstruksi politik yang dibuat untuk memberikan tekanan dan menakut-nakuti dunia.

Dalam wawancara yang ditayangkan pada Kamis, Esmaeil Baghaei menegaskan bahwa kekhawatiran terhadap program nuklir Iran tidak memiliki dasar yang nyata.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Selama lebih dari dua dekade, dunia diteror oleh narasi tentang bom nuklir Iran. Padahal, isu ini lebih merupakan rekayasa politik untuk menekan, bukan kenyataan. Meski begitu, Iran pernah masuk ke dalam perundingan dan mencapai kesepakatan justru untuk menjawab tuduhan-tuduhan tersebut,” ujarnya seperti dikutip dari laman presstv.ir, Jumat 24 April 2026.

Baghaei juga mengatakan meskipun Iran diserang oleh Amerika Serikat dan Israel pada Juni lalu, negara tersebut tetap memutuskan untuk terlibat dalam proses negosiasi.

Ia menjelaskan, pada putaran terakhir perundingan, kedua pihak bahkan sempat mencapai kesepakatan mengenai sejumlah parameter kunci sebagai dasar pemahaman awal.

Menurutnya, dari sudut pandang pihak lain, parameter tersebut ditujukan untuk menjawab kekhawatiran mereka. Sementara dari sisi Iran, hal itu dirancang untuk menjamin hak-hak nuklir negara tersebut.

“Berdasarkan itu, atas usulan pihak lain, disepakati untuk menggelar pertemuan di Wina dengan melibatkan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) guna membahas aspek teknis dari isu ini. Itu adalah kesepakatan terakhir antara kedua pihak,” sambungnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga menyebut bahwa Iran tak tinggal diam atas serangan yang dilancarkan AS dan Israel sejak 28 Februari lalu hingga menewaskan pemimpin mereka, Ali Khamenei serta sejumlah pejabat dan komanda senior Iran. Iran, melalui angkatan bersenjatanya melancarkan serangan rudal dan drone setiap hari yang menargetkan wilayah yang diduduki Israel serta pangkalan dan aset militer AS di kawasan Timur Tengah.

Sejak itu, Iran mengklaim menunjukkan sikap bertanggung jawab dengan menyetujui gencatan senjata selama dua pekan yang dimediasi Pakistan, meskipun mereka merasa berada di posisi unggul setelah melancarkan sekitar 100 gelombang serangan balasan.

Halaman Selanjutnya

Namun, menurut Baghaei, Washington terus membanggakan blokade laut terhadap pelabuhan Iran serta tindakan yang ia sebut sebagai pembajakan terhadap kapal-kapal kargo Iran.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |