Tentara Israel Dipenjara Usai Nodai Patung Bunda Maria di Lebanon Selatan

1 day ago 1

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:10 WIB

VIVA – Dua tentara Israel dijatuhi hukuman penjara militer setelah terlibat tindakan yang dinilai menodai benda suci Kristen di Lebanon selatan. Salah satu dari mereka memasukkan sebatang rokok ke mulut patung Bunda Maria, sementara rekannya memotret aksi tersebut.

Foto tentara itu, dengan rokok menggantung di mulutnya sendiri, menjadi viral dan memicu kemarahan luas. Peristiwa ini disebut sebagai tindakan terbaru pasukan Israel di Lebanon selatan yang dikecam sebagai anti-Kristen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Militer Israel menyatakan tentara yang berpose akan dipenjara selama 21 hari, sedangkan yang memotretnya dijatuhi hukuman 14 hari.

Juru bicara militer, Letnan Kolonel Ariella Mazor, menulis di X bahwa militer “memandang insiden ini dengan sangat serius dan menghormati kebebasan beragama dan beribadah, serta tempat-tempat suci dan simbol-simbol keagamaan dari semua agama dan komunitas.”

Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah beredarnya gambar lain yang memperlihatkan seorang tentara Israel mengayunkan kapak ke arah patung Yesus yang roboh di kayu salib di Desa Debel, Lebanon selatan. Gambar tersebut memicu kecaman keras dari pemimpin asing, pemimpin Kristen, dan politisi Israel.

Dalam kasus tersebut, militer juga menjatuhkan hukuman penjara militer kepada tentara yang terlibat dalam perusakan salib.

Hukuman penjara dalam dua kasus ini disebut tidak biasa. Kelompok pemantau konflik Action on Armed Violence mencatat bahwa Israel menutup atau membiarkan 88 persen kasus dugaan pelanggaran di Gaza dan Tepi Barat tidak terselesaikan. Dalam kasus lain baru-baru ini, dakwaan terhadap tentara yang dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap tahanan Gaza dibatalkan.

Pasukan Israel saat ini menguasai Lebanon selatan sebagai bagian dari konflik terbaru dengan Hizbullah, yang dimulai pada 2 Maret setelah kelompok itu menembakkan rudal melintasi perbatasan, dua hari setelah AS dan Israel melancarkan perang melawan Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Israel kemudian melakukan invasi darat ke Lebanon selatan dan pasukannya tetap berada di wilayah tersebut meski telah ada gencatan senjata. Militer Israel mengatakan mereka hanya menargetkan bangunan yang digunakan Hizbullah sebagai pos terdepan.

Namun, skala kehancuran tersebut membuat para pejabat dan penduduk Lebanon khawatir bahwa sejumlah besar pengungsi tidak akan memiliki tempat untuk kembali jika gencatan senjata yang rapuh itu bertahan.

Halaman Selanjutnya

Umat Kristen diketahui mencakup sekitar sepertiga dari total populasi Lebanon yang berjumlah sekitar 5,5 juta jiwa. (Guardian)

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |