VIVA – Generasi emas Timnas Inggris era 2000-an kembali menjadi sorotan. Di balik deretan bintang besar seperti Wayne Rooney, Frank Lampard, hingga Michael Owen, ternyata ada hubungan yang tidak harmonis di dalam ruang ganti.
Mantan bek Manchester United, Rio Ferdinand, secara terbuka mengakui dirinya pernah saling membenci dengan legenda Liverpool FC, Steven Gerrard, saat keduanya membela Timnas Inggris.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Ferdinand, rivalitas panas antara Manchester United dan Liverpool terbawa hingga ke skuad nasional Inggris.
“Steven Gerrard tidak menyukai saya dan saya juga tidak terlalu menyukainya. Ada kebencian di antara kami dan tim kami [Manchester United dan Liverpool],” ujar Ferdinand kepada The Times.
Pengakuan tersebut seolah membuka tabir mengapa generasi bertabur bintang milik Inggris gagal meraih trofi besar di ajang internasional.
Padahal kala itu Inggris diperkuat sederet pemain elite yang bermain di level tertinggi Eropa. Namun chemistry di dalam tim disebut tidak pernah benar-benar menyatu.
Menariknya, Ferdinand mengungkap hubungan mereka kini sudah jauh membaik. Setelah sama-sama pensiun, keduanya justru sering tampil bersama sebagai pundit sepak bola dan menjalin hubungan yang lebih akrab.
Hal senada sebelumnya juga pernah diungkap Gerrard. Mantan kapten Liverpool itu mengakui suasana di skuad Inggris saat itu memang tidak sehat karena dipenuhi ego besar para pemain.
“Kami bukan sebuah tim. Kami hanya kumpulan individu bertalenta dan itu tidak pernah berhasil,” kata Gerrard.
Ia juga mengakui rivalitas antarklub membuat hubungan para pemain terasa canggung saat berkumpul bersama Timnas Inggris.
“Ketika berbaris di lorong stadion melawan Rio dan Gary Neville, Anda ingin melakukan apa saja untuk mengalahkan mereka. Ada kebencian di sana, memang seperti itu adanya,” ujar Gerrard.
Bahkan Gerrard mengaku para pemain saat itu hanya berpura-pura akur demi kepentingan tim nasional.
“Saat berkumpul bersama Inggris, Anda berpura-pura menyukai mereka. Tapi setelah karier selesai, barulah persahabatan benar-benar dimulai,” lanjut Gerrard.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski begitu, Gerrard tetap memberikan rasa hormat besar kepada Ferdinand.
“Saya hanya punya rasa hormat untuk Rio sebagai pemain. Dia bermain di klub besar sepanjang kariernya dan juga pribadi yang baik. Saya menikmati bekerja dengannya sekarang,” kata Gerrard.
Halaman Selanjutnya
Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa kegagalan generasi emas Inggris bukan hanya soal taktik atau keberuntungan, tetapi juga persoalan hubungan antarpemain di balik layar.

1 day ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)