Terjebak! Iran Kasih Opsi ke AS: Operasi Militer Mustahil atau Kesepakatan Buruk

1 week ago 12

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:58 WIB

Jakarta, VIVA – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terjebak dalam dua kondisi. 

Dua kondisi tersebut yaitu memilih antara perang yang mustahil atau kesepakatan yang merugikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sebuah unggahan di paltform media sosial milik AS, departemen intelijen IRGC mengatakan Teheran memberikan tenggat waktu kepada militer AS untuk mengakhiri blokade terhadap pelabuhan Iran.

Iran juga mengatakan Eropa, China, dan Rusia kini semakin kritis terhadap kebijakan Washington.

"Hanya ada satu cara untuk menafsirkan ini: Trump harus memilih antara operasi militer yang mustahil dilakukan atau kesepakatan buruk dengan Republik Islam Iran. Ruang untuk AS mengambil keputusan menjadi semakin sempit," menurut IRGC, Minggu, 3 Mei 2026.

AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran sejak 28 Februari lalu hingga memicu balasan dari Iran terhadap Israel dan sekutu Amerika di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.

Sejak 13 April, Amerika memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di jalur air strategis tersebut.

Gencatan senjata selama dua pekan diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan dan diikuti pembicaraan langsung di Islamabad pada 11 April. Namun, tidak ada kesepakatan yang dicapai untuk gencatan senjata langgeng.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa menetapkan tenggat waktu baru sesuai permintaan dari Pakistan. (Ant)

Sumber: Anadolu

AS jatuhkan bom penghancur bunker di Kota Isfahan, Iran

AS-Israel Bahas Opsi Serangan Militer Baru ke Iran

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Eyal Zamir mengintensifkan komunikasi dengan Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper terkait opsi aksi militer ke Iran.

img_title

VIVA.co.id

3 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |