Kamis, 7 Mei 2026 - 13:00 WIB
VIVA –Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memutuskan untuk menghentikan sementara project fredoom tak lama setelah mengumumkan program tersebut. Menurut laporan yang mengutip dua pejabat AS, keputusan itu diambil setelah adanya tekanan dari Arab Saudi.
Menurut dua pejabat tersebut, sekutu AS di kawasan Teluk terkejut dengan pengumuman Trump pada hari Minggu kemarin terkait Project Freedom yang akan dilaksanakan pada Senin 4 Mei 2026. Laporan dari NBC News menyebut bahwa pihak kepemimpinan Arab Saudi memberi tau AS bahwa mereka tidak akan mengizinkan pesawat militer AS lepas landas dari Pangkalan Udara Pangeran Sultan maupun melintasi wilayah udara Saudi untuk menjalankan misi Project Freedom.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melansir laman The Jerusalem Post, Kamis 7 Mei 2026, Trump disebut sempat mencoba menghubungi Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman untuk menyelesaikan masalah itu. Namun sayangnya upaya tersebut tak membuahkan hasil. Akibatnya Trump terpaksa menghentikan operasi itu demi mendapatkan kembali akses militer AS ke wilayah Arab.
Sebelumnya, dalam Operasi Epic Fury milik AS terhadap Iran dan sebelum gencatan senjata sementara AS-Iran yang masih berlangsung saat ini, Arab Saudi diketahui masih mengizinkan pesawat AS terbang dari Pangkalan Udara Pangeran Sultan. Di pangkalan tersebut, militer AS menempatkan jet tempur dan sistem pertahanan udara.
Salah satu pejabat AS menekankan pentingnya kerja sama Arab Saudi dalam operasi militer di kawasan itu. Kepada NBC, ia mengatakan bahwa kondisi geografis wilayah tersebut membuat penggunaan wilayah udara negara sekutu dalam beberapa situasi menjadi satu-satunya pilihan.
Dalam Project Freedom, pesawat militer digunakan untuk memberikan perlindungan udara bagi kapal-kapal yang mencoba keluar dari Selat Hormuz. Namun, misi itu disebut mustahil dilakukan tanpa izin penggunaan wilayah udara yang diperlukan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Seorang sumber Saudi mengatakan kepada NBC bahwa putra mahkota dan pejabat Saudi lainnya secara rutin berkomunikasi dengan Trump, Wakil Presiden AS JD Vance, Komando Pusat AS (CENTCOM), serta Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Terkait munculnya kejutan atas Project Freedom, sumber Saudi itu mengatakan bahwa situasi berkembang sangat cepat secara langsung di lapangan.
Halaman Selanjutnya
Ia juga menambahkan bahwa meski Arab Saudi mungkin tidak mendukung operasi di Selat Hormuz, mereka sangat mendukung upaya diplomatik yang dilakukan Pakistan untuk membantu AS dan Iran mencapai kesepakatan demi mengakhiri perang.

1 week ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)