Transformasi Digital Angkat Prospek Bank Syariah

7 hours ago 2

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:10 WIB

Jakarta, VIVA – Perkembangan transformasi digital di sektor perbankan dalam beberapa tahun terakhir semakin memperkuat posisi bank-bank syariah dalam menghadapi persaingan industri keuangan yang kian ketat. Adaptasi teknologi, penguatan layanan digital, serta efisiensi operasional menjadi faktor penting yang turut mendorong peningkatan kepercayaan terhadap kinerja perbankan syariah di Indonesia. 

Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang cepat, mudah, dan terintegrasi juga semakin mendorong akselerasi digitalisasi di industri ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perubahan lanskap tersebut membuat sejumlah bank syariah terus melakukan penyesuaian strategi, termasuk memperkuat infrastruktur digital sekaligus menjaga fundamental bisnis agar tetap sehat dan kompetitif.

PT Bank Syariah Nasional (BSN) menjadi salah satu institusi yang turut menyesuaikan diri dengan penguatan transformasi tersebut. Perusahaan terus mendorong penguatan ekosistem digital melalui pengembangan aplikasi Bale Syariah by BSN, sekaligus tetap mengoptimalkan jaringan layanan fisik yang terdiri dari 37 Kantor Cabang Syariah, 82 Kantor Cabang Pembantu Syariah, serta 589 Kantor Layanan Syariah.

Sejalan dengan upaya penguatan bisnis tersebut, BSN memperoleh peringkat idAA+ (Double A Plus) dengan prospek (outlook) stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Peringkat ini diberikan berdasarkan evaluasi komprehensif terhadap kinerja perusahaan, termasuk data dan informasi sepanjang tahun buku 2025.

Direktur Utama Pefindo, Irmawati, mengatakan bahwa penilaian tersebut mencerminkan kemampuan keuangan perusahaan yang sangat kuat. “Peringkat ini mencerminkan bahwa Bank Syariah Nasional memiliki kemampuan yang kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang," ujarnya, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Kamis, 26 Maret 2026.

"Tanda (+) menunjukkan posisi yang relatif lebih kuat dibandingkan rata-rata obligor dalam kategori yang sama,” ungkap Irmawati. 

Peringkat tersebut berlaku selama satu tahun, terhitung sejak 13 Maret 2026 hingga 1 Maret 2027. Pefindo menilai posisi pasar BSN solid dengan dukungan profil permodalan yang kuat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Outlook stabil menunjukkan keyakinan bahwa kinerja kredit perusahaan akan tetap terjaga dalam jangka menengah. Hal tersebut juga dipaparkan oleh Direktur Utama Bank Syariah Nasional, Alex Sofjan Noor. 

“Hasil pemeringkatan ini merupakan catatan yang baik bagi kami dan mendorong kami untuk terus meningkatkan kinerja agar bisa memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ungkapnya. 

Halaman Selanjutnya

Secara umum, peringkat idAA menunjukkan kemampuan sangat kuat dalam memenuhi komitmen keuangan jangka panjang, sementara tanda plus (+) mencerminkan posisi yang relatif lebih unggul dalam kategori tersebut.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |