Trauma! Terduga Korban Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Hampir Murtad

6 hours ago 1

Kamis, 23 April 2026 - 11:32 WIB

Bogor, VIVA – Dugaan tindakan asusila sesama jenis yang melibatkan pendakwah berinisial SAM alias Syekh Ahmad Al Misry telah menimbulkan dampak mental yang sangat fatal bagi para terduga korbannya. 

Kasus yang menggunakan modus janji beasiswa penghafal Al-Qur'an ke Mesir ini menyasar santri laki-laki yang sebagian besar masih di bawah umur. Akibatnya, mereka mengalami trauma hebat hingga meragukan keyakinan agamanya sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Habib Mahdi Alatas, selaku salah satu saksi dalam kasus ini, membeberkan fakta-fakta memilukan tersebut.
Ia mengungkapkan betapa beratnya proses untuk mendekati para korban karena rasa percaya mereka terhadap sosok pemuka agama telah sirna sepenuhnya.

Di Purbalingga, Habib Mahdi sempat mendapatkan penolakan kasar dari salah satu korban yang merasa muak dengan figur ustaz akibat trauma dengan perlakuan Syekh Ahmad Al Misry. Habib Mahdi menceritakan proses panjang untuk memulihkan kepercayaan sang korban.

"Dia bilang, 'Anda Ustaz? Saya nggak respek sama Anda. Udah nggak usah ngebahas masalah apa pun'. Itu kita ngeyakinin bukan satu dua jam, lima jam saya yakinin sampai tengah malam baru dia mau bercerita," kata Mahdi Alatas kepada awak media, saat konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 22 April 2026.

Kondisi yang lebih memprihatinkan ditemukan pada salah satu terduga korban di Bogor. Pengalaman pahit berupa pelecehan seksual dengan dalih "cek fisik" membuat korban mengalami histeria saat bertemu tokoh agama. 

"Dia histeris ngelihat saya. Bahkan dia bilang, 'Saya tuh sudah nggak percaya sama Ustaz. Bahkan saya tuh sudah berpikir untuk murtad!'" ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ternyata, perilaku menyimpang ini tidak hanya menyasar anak-anak. Seorang pria berusia 24 tahun pun diduga menjadi korban manipulasi. Saat korban berniat meminta doa restu untuk menikah, pelaku justru membawanya ke kamar dan melakukan tindakan tidak senonoh pada area sensitif dengan alasan medis agar tidak mengecewakan istrinya kelak.

Menghadapi kenyataan hancurnya masa depan para santri, Habib Mahdi menegaskan bahwa dirinya akan terus mengawal kasus hukum ini hingga tuntas. Ia merasa memiliki kewajiban moral untuk melindungi anak-anak bangsa dari sosok yang memiliki pengaruh besar namun menyalahgunakan kekuasaannya.

Halaman Selanjutnya

"Saya tidak kenal sama si korban siapa dan sebagainya, tapi tanggung jawab moral saya sebagai manusia terhadap anak-anak bangsa, saya harus belain. Enggak mungkin si korban yang usianya 15 tahun itu menghadapi orang sehebat dia," tegas Mahdi.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |