Jakarta, VIVA – Kesadaran masyarakat terhadap transparansi harga kini semakin meningkat di era digital. Tidak sedikit konsumen mulai lebih kritis sebelum membeli sesuatu, termasuk investasi, karena ingin memastikan harga yang dibayar benar-benar sesuai dengan nilai pasar sebenarnya.
Fenomena ini muncul seiring semakin mudahnya akses informasi melalui internet. Masyarakat kini dapat membandingkan harga, memantau pergerakan pasar, hingga mengecek reputasi perusahaan hanya dalam hitungan detik. Kondisi tersebut membuat praktik biaya tambahan tersembunyi atau hidden markup semakin menjadi perhatian publik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam beberapa tahun terakhir, investasi precious metals seperti emas dan silver memang terus menarik minat masyarakat Indonesia. Namun di balik tingginya antusiasme itu, transparansi transaksi masih menjadi salah satu isu yang sering disorot oleh konsumen.
Banyak investor pemula ternyata belum sepenuhnya memahami bagaimana harga aset ditentukan. Akibatnya, sebagian orang membeli produk dengan harga yang ternyata cukup jauh dari acuan pasar internasional tanpa menyadarinya.
Selain soal harga pembelian, sistem buyback atau penjualan kembali juga mulai menjadi pertimbangan penting. Investor kini tak hanya fokus pada potensi keuntungan saat membeli aset, tetapi juga ingin memastikan proses penjualan kembali berlangsung jelas dan mudah dipahami.
Tren inilah yang mendorong sejumlah pelaku industri mulai menghadirkan sistem harga yang lebih terbuka kepada konsumen. Sehingga sistem pemantauan harga berbasis market internasional secara real-time yang dihadirkan e-commerce emas dan silver, seperti Nellava Bullion misalnya, kini dilirik.
Melalui fitur live price yang tersedia di platform mereka, masyarakat dapat melihat pergerakan harga silver secara langsung mengikuti kondisi pasar global. Sistem seperti ini dinilai menjadi salah satu bentuk adaptasi industri terhadap kebutuhan konsumen modern yang menginginkan keterbukaan informasi.
Tak hanya itu, perhatian terhadap transparansi buyback juga mulai berkembang. Konsumen kini cenderung memilih layanan yang memberikan penjelasan rinci terkait valuasi aset saat dijual kembali agar tidak menimbulkan kebingungan di kemudian hari.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
![]()
“Kami ingin mengubah cara masyarakat melihat investasi silver. Customer berhak mendapatkan harga yang jelas dan sistem buyback yang memberikan rasa aman,” ujar Niki R Hashbiah, Brand manager Nellava Bullion.
Halaman Selanjutnya
Pengamat menilai tren transparansi harga kemungkinan akan terus berkembang seiring meningkatnya literasi keuangan digital di Indonesia. Generasi muda khususnya dinilai semakin selektif dalam memilih instrumen investasi karena lebih terbiasa melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan finansial.

2 days ago
5











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)