Trump Tolak Proposal Damai Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak Jadi Segini

2 days ago 2

Senin, 11 Mei 2026 - 16:00 WIB

Jakarta, VIVA Harga minyak dunia kembali melonjak usai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menolak proposal Iran untuk mengakhiri perang yang berlangsung sejak akhir Februari 2026. Penolakan tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

Dalam perdagangan Asia pada Senin pagi, harga minyak mentah Brent naik 3,8 persen menjadi US$105,20 per barel atau setara Rp1,78 juta per barel dengan asumsi kurs Rp17.000 per dolar AS. Sementara minyak mentah AS naik 4 persen menjadi US$99,30 per barel atau sekitar Rp1,68 juta per barel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kenaikan harga dipicu memanasnya kembali ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Iran sebelumnya mengirim respons resmi terhadap proposal perdamaian AS melalui Pakistan yang menjadi mediator kedua negara.

Menurut kantor berita semi-resmi Tasnim, Iran meminta perang segera dihentikan dan menuntut jaminan tidak akan ada lagi serangan AS maupun Israel ke wilayahnya.

Namun Trump langsung menolak proposal tersebut. “Saya baru saja membaca respons dari apa yang disebut sebagai ‘perwakilan’ Iran. Saya tidak menyukainya, SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA,” tulis Trump di media sosial, sebagaimana dikutip dari BBC, Senin, 11 Mei 2026.

Media AS Axios melaporkan proposal Washington sebelumnya mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz dan penghentian program pengayaan uranium Iran.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga menegaskan perang tidak akan berakhir sampai stok uranium Iran “dihilangkan”. Ketegangan geopolitik tersebut membuat pasar energi global kembali bergejolak. 

Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia, praktis ditutup sejak perang pecah pada 28 Februari lalu.

Iran sebelumnya mengancam akan menyerang kapal yang melintas sebagai balasan atas serangan AS dan Israel. Penutupan jalur ini membuat distribusi energi dunia terganggu dan mendorong lonjakan harga minyak internasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski sempat terjadi gencatan senjata pada awal April untuk membuka ruang negosiasi damai, kondisi masih belum stabil. Pada 21 April, Trump bahkan memperpanjang masa gencatan senjata tanpa batas waktu agar Iran dapat menyampaikan proposal terpadu.

Namun hingga kini belum ada kesepakatan yang tercapai.

Halaman Selanjutnya

Di tengah lonjakan harga energi, perusahaan-perusahaan minyak justru mencatat keuntungan besar. Raksasa energi Arab Saudi, Saudi Aramco, melaporkan laba kuartal pertama 2026 melonjak lebih dari 25 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |