Kamis, 7 Mei 2026 - 03:08 WIB
VIVA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melancarkan tekanan maksimal kepada Iran pada Rabu waktu setempat, Trump memberikan tenggat waktu implisit kepada Teheran untuk menerima rancangan kesepakatan damai atau bersiap menghadapi gelombang serangan militer yang jauh lebih masif.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump secara terbuka mengaitkan nasib operasi militer kode nama "Epic Fury" yang diluncurkan bersama Israel sejak Februari lalu dengan kemauan Iran untuk berunding.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Dengan asumsi Iran setuju untuk memberikan apa yang telah disepakati, yang mungkin merupakan asumsi besar, 'Epic Fury' yang sudah melegenda akan berakhir," tulis Trump dikutip Truth Social.
"Jika mereka tidak setuju, pemboman akan dimulai, dan sayangnya, akan terjadi pada tingkat dan intensitas yang jauh lebih tinggi daripada sebelumnya," sambungnya.
Tenggat 48 Jam bagi Iran
Ultimatum tersebut muncul bersamaan dengan laporan dari media Axios yang mengklaim Washington dan Teheran telah hampir menyepakati nota kesepahaman satu halaman sebagai peta jalan penghentian konflik. Menurut media berbasis di AS itu, pihak Amerika Serikat menantang Iran untuk merespons sejumlah poin krusial dalam rentang waktu 48 jam.
Sumber-sumber dari Pakistan yang dikutip The Guardian memberikan gambaran serupa, meski tetap disertai kehati-hatian. Seorang pejabat Pakistan menyatakan kerangka kerja awal mungkin bisa dirumuskan dalam dua hari ke depan, namun menekankan bahwa "belum ada kepastian dan pembicaraan tetap sulit."
Seorang sumber politik senior Pakistan menggambarkan dinamika saat ini sebagai "situasi yang bergerak maju," dengan fokus utama pembicaraan tertuju pada dua hal, yaitu pencapaian gencatan senjata permanen serta pembukaan Selat Hormuz oleh kedua belah pihak minimal selama 60 hari.
"Hal itu memberi kesempatan bagi kedua pihak untuk membicarakan semua hal penting, termasuk pengayaan uranium. Tetapi belum ada yang final. Semuanya masih dalam pembahasan," ungkap sumber tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Iran Bersikap Keras
Di kubu lawan, respons Iran jauh dari kata menerima. Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran yang juga menjabat sebagai negosiator senior, memilih jalur perlawanan lewat pesan suara yang disebar di kanal Telegram resminya.

1 week ago
8











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)