Tump Klaim Xi Jinping Sepakat Tak Akan Pasok Senjata ke Iran

7 hours ago 1

Rabu, 15 April 2026 - 20:00 WIB

VIVA –Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap bahwa China sepakat dengan AS untuk tidak memasok senjata ke Iran. Dalam pernyataannya pada Rabu, 15 April 2026, Trump juga menegaskan komitmennya untuk membuka kembali selat Hormuz secara permanen. Komitmen Trump itu katanya juga disambut baik oleh Presiden China, Xi Jinping.

“China sangat senang karena saya akan membuka Selat Hormuz secara permanen. Saya melakukan ini untuk mereka juga dan untuk dunia. Situasi seperti ini tidak akan terjadi lagi,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya seperti dikutip dari laman Anadolu Agency 15 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Trump menyebut bahwa China telah setuju untuk tidak mengirim senjata ke Iran. Dengan nada santainya, Trump juga menyebut bahwa presiden China Xi Jinping akan menyambutnya dengan pelukan hangat saat dirinya melakukan lawatan ke China dalam waktu dekat.

”Presiden Xi Jinping akan menyambut saya dengan pelukan hangat saat saya datang dalam beberapa minggu ke depan,” tulis Trump lebih lanjut.

Pernyataan ini disampaikan menjelang rencana kunjungan Trump ke Beijing pada 14–15 Mei untuk bertemu dengan Presiden Xi Jinping. Kunjungan tersebut akan menjadi lawatan pertamanya ke China sejak memulai masa jabatan keduanya.

“Kami bekerja sama dengan cerdas dan sangat baik. Bukankah itu lebih baik daripada berperang? Tapi ingat, kami juga sangat siap jika harus berperang bahkan lebih siap dari siapa pun,” ujar Trump.

Sebelumnya, pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad yang bertujuan mengakhiri konflik di Timur Tengah mengalami kebuntuan pada Minggu dini hari. Menyusul hal itu, Trump mengumumkan blokade laut di Selat Hormuz yang mulai berlaku pada Senin pukul 14.00 GMT atau pukul 21.00 WIB.

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva.

Rusia Dapat Jempol dari IMF

Dana Moneter Internasional (IMF) telah menaikkan prospek pertumbuhan Rusia, dengan alasan harga komoditas yang lebih tinggi, ketika perang Timur Tengah berkecamuk.

img_title

VIVA.co.id

15 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |