Selasa, 12 Mei 2026 - 18:20 WIB
VIVA – The Wall Street Journal melaporkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) diam-diam melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran. Laporan itu terbit pada Senin, 11 Mei 2026, mengutip sumber anonim yang mengetahui persoalan tersebut.
Salah satu target serangan disebut berada di kilang minyak di Pulau Lavan. Fasilitas itu dihantam pada awal April, bertepatan dengan momen ketika Presiden AS Donald Trump hendak mengumumkan gencatan senjata dengan Iran. Serangan tersebut memicu kebakaran besar dan membuat kilang berhenti beroperasi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut laporan yang sama, Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal balistik dan pesawat nirawak ke wilayah UEA dan Kuwait. Salah satu sumber menyebut Amerika Serikat secara diam-diam menyambut keterlibatan Emirat dalam konflik tersebut.
Laporan itu juga menyebut Iran menargetkan UEA lebih intens dibanding negara lain, termasuk Israel, dengan lebih dari 2.800 serangan rudal dan drone ke negara Teluk tersebut.
Rangkaian serangan itu dilaporkan menyebabkan kerusakan besar pada ekonomi UEA, memicu pemutusan hubungan kerja serta cuti sementara bagi para pekerja.
Situasi ini juga disebut memicu perubahan mendasar dalam pandangan strategis UEA terhadap Iran, yang kini dipandang sebagai aktor yang bertekad merusak model ekonomi dan sosial negara tersebut yang bergantung pada tenaga kerja ekspatriat serta reputasi keamanan dan stabilitas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam laporan serupa, Kementerian Luar Negeri UEA tidak memberikan komentar langsung terkait tudingan serangan tersebut. Namun kementerian merujuk pada pernyataan sebelumnya yang menegaskan bahwa Abu Dhabi memiliki hak untuk merespons tindakan permusuhan.
Analis Timur Tengah, Dina Esfandiary, mengatakan kepada surat kabar itu, "Ini signifikan karena ada negara Arab Teluk yang menjadi pihak dalam perang dan menyerang Iran secara langsung. Iran sekarang akan berupaya memperlebar jurang pemisah antara UEA dan negara-negara Arab Teluk lainnya yang sedang mencoba menengahi akhir perang."
Perang Iran Bikin Panik, AS Lepas Puluhan Juta Barel Cadangan Minyak Strategis
Amerika Serikat dilaporkan mulai melepas 53,3 juta barel minyak mentah dari Cadangan Minyak Strategis Nasionalnya ke perusahaan-perusahaan energi pasca perang AS-Iran
VIVA.co.id
12 Mei 2026

1 day ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)