Jakarta, VIVA – Perempuan Indonesia dinilai telah memiliki kapasitas besar untuk berkembang di berbagai sektor, termasuk industri kreatif. Namun, tantangan yang kini dianggap lebih penting bukan lagi sekadar pemberdayaan, melainkan tersedianya ruang dan kesempatan yang setara agar potensi tersebut bisa tampil maksimal.
Pandangan itu disampaikan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Veronica Tan, saat hadir dalam sesi diskusi publik bertajuk Srikandi Inspiring Talk yang digelar di Lippo Mall Nusantara, Jumat 1 Mei 2026. Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan semangat Hari Kartini yang berlangsung sejak 20 April hingga 17 Mei. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam kesempatan itu, Veronica menekankan bahwa perempuan saat ini sudah semakin siap mengambil peran strategis di berbagai bidang. Karena itu, menurutnya, dukungan nyata perlu difokuskan pada pembukaan akses yang setara.
“Perempuan saat ini pada dasarnya telah memiliki kapasitas yang mumpuni. Yang dibutuhkan bukan lagi sekadar pemberdayaan, melainkan ruang dan kesempatan yang setara untuk menampilkan potensi diri. Dengan akses yang sama, perempuan dapat bergerak dan tumbuh bersama," ujar Veronica dalam keterangannya, dikutip Minggu 3 Mei 2026.
"Dalam konteks ekonomi kreatif, penguatan peran perempuan juga dilakukan melalui kolaborasi lintas pihak. Pengelolaan ruang kreatif dapat berjalan berdampingan—di satu sisi dikelola secara profesional, di sisi lain didukung dengan ketersediaan ruang yang terbuka bagi perempuan untuk berkarya. Oleh karena itu, kolaborasi menjadi kunci utama, baik antara pemerintah, pengelola, maupun masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan semakin banyak perempuan yang terlibat, berkontribusi, dan bergerak bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif," sambungnya.
![]()
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pernyataan Veronica menyoroti perubahan penting dalam cara memandang peran perempuan saat ini. Jika sebelumnya isu utama berkisar pada akses pendidikan dan pemberdayaan dasar, kini perhatian bergeser pada bagaimana perempuan diberi panggung untuk menunjukkan kemampuan, membangun jejaring, dan memimpin inovasi.
Di sektor ekonomi kreatif, kontribusi perempuan memang semakin terlihat. Mulai dari fesyen, kriya, kuliner, seni visual, hingga bisnis berbasis komunitas, banyak perempuan menghadirkan karya yang bukan hanya bernilai ekonomi, tetapi juga membawa identitas budaya dan gagasan baru.
Halaman Selanjutnya
Dalam forum yang sama, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar turut menyampaikan dukungannya terhadap ruang-ruang kolaborasi semacam ini.

1 week ago
15











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)