Ciparay, VIVA – Sebuah peristiwa salah sasaran terjadi di kawasan Babakan Ciparay dan viral di media sosial setelah seorang pria yang diduga menjadi korban pembegalan justru dikeroyok warga karena dikira pelaku begal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kejadian tersebut menjadi perhatian publik setelah beredar video yang memperlihatkan seorang pria tergeletak lemas dengan kondisi luka-luka sebelum akhirnya hendak dibawa menggunakan ambulans.
Dalam unggahan yang beredar, disebutkan bahwa warga awalnya mengira pria tersebut adalah pelaku kejahatan sehingga langsung mengamankannya dengan cara main hakim sendiri.
"Korban begal tadi di daerah Babakan Ciparay. Korban men luka-luka karena salah sasaran oleh massa. Untungnya para mengeroyok sudah diamankan warga, dan setelah korban s ketahuan bahwa dia adalah korban begal," tulis Instagram @volkinfo, dikutip VIVA Jum'at, 8 Mei 2026.
Akibat kesalahpahaman itu, pria tersebut mengalami sejumlah luka karena sempat menjadi sasaran amukan massa. Situasi baru berubah setelah korban mulai sadar dan memberikan penjelasan mengenai kejadian sebenarnya.
Dari keterangan yang disampaikan, pria tersebut ternyata bukan pelaku, melainkan korban pembegalan. Informasi itu membuat warga yang berada di lokasi langsung menghentikan aksi pengeroyokan.
Unggahan yang viral di media sosial juga menyebut bahwa beberapa orang yang sempat terlibat pengeroyokan kemudian diamankan warga agar situasi tidak semakin memanas. Korban selanjutnya mendapat pertolongan medis setelah kondisinya melemah akibat luka yang dialami.
Peristiwa ini langsung memicu beragam reaksi dari netizen. Banyak warganet menyayangkan tindakan main hakim sendiri yang masih sering terjadi saat ada dugaan tindak kriminal di tengah masyarakat.
"Kenapa enggak ditanya atau cari bukti dulu, kalau kayak gini kan kasian korbannya," tulis netizen dalam unggahan tersebut.
Ilustrasi netizen Indonesia.
Tidak sedikit pula yang mengingatkan pentingnya memastikan fakta terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan terhadap seseorang yang dicurigai. Pasalnya, kesalahan identifikasi seperti kasus di Babakan Ciparay ini dapat berujung fatal bagi korban yang sebenarnya tidak bersalah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Kebiasaan wargan indonesia selalu main hakim sendiri, pentingnya bertanya sebelum bertindak," timpal warganet lainnya.
Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan dugaan tindak kriminal sebaiknya diserahkan kepada aparat berwenang agar tidak memicu salah sasaran maupun kekerasan yang merugikan pihak lain.
Keluarga Korban Dugaan Kekerasan TNI Datangi MK, Serahkan Berkas Kesimpulan Uji UU Peradilan Militer
Keluarga korban dugaan kekerasan yang melibatkan anggota TNI mendatangi MK, Kamis, 7 Mei 2026, menyerahkan berkas kesimpulan dalam sidang uji materi UU Peradilan Militer.
VIVA.co.id
7 Mei 2026

6 days ago
8











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)