Wamendagri Sentil Gubernur Kaltim soal Pengadaan Kursi Pijat: Kalau Tidak Prioritas, Batalkan Saja!

4 days ago 2

Senin, 27 April 2026 - 12:13 WIB

Jakarta, VIVA – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya angkat bicara soal polemik pengadaan kursi pijat senilai Rp125 juta yang dilakukan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud.

Dia meminta Rudy Mas'ud untuk berhati-hati dengan APBD. Kata Bima, APBD harus dialokasikan sesuai dengan semangat efisiensi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dan kita terus mengingatkan agar betul-betul berhati-hati dengan APBD. Agar dialokasikan sesuai dengan semangat efisiensi," kata Bima kepada wartawan di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin, 27 April 2026.

Bima meminta Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud untuk mempertimbangkan kembali soal pengadaan kursi pijat senilai Rp125 juta tersebut.

"Nah ini yang harus diperhatikan betul oleh Pak Gubernur. Dan kami meminta Pak Gubernur untuk betul-betul mempertimbangkan kembali, mengkaji kembali ya. Semua kan bisa disesuaikan," ucap dia.

Menurut Bima, jika pengadaan kursi pijat itu tidak prioritas maka sebaiknya dibatalkan saja. Dia kembali mengingatkan prinsip efisiensi dalam penggunaan anggaran daerah.

"Ya kalau tidak prioritas ya batalkan saja. Ya kalau tidak dirasakan oleh warga, tidak usah dilanjutkan lagi," jelas Bima.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Kalimatan Timur, Rudy Mas'ud kembali menuai kritik tajam dari masyarakat. Jika sebelumnya dia dikritik soal renovasi rumah dinas senilai Rp 25 miliar dan pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat

Photo :

  • Yeni Lestari/VIVA

Kali ini dirinya dikritik soal kursi pijat senilai Rp 125 juta. Ia menjelaskan bahwa selama menjalankan tugas, dirinya kerap mengemudikan mobil dinas sendiri dengan jarak tempuh yang cukup jauh. 

Oleh karena itu, menurutnya, keberadaan kursi pijat memang dibutuhkan untuk menunjang kondisi fisiknya yang kelelahan.

"Kursi pijat ada, kursi pijat memang diberikan di situ. Kasian Gubernurnya jalan bawa mobil sendiri dengan perjalanannya ribuan kilo. Kami kalau jalan sebenarnya nggak pernah ke publish, matahari belum terbit kami jalan. Matahari sudah tenggelam, kami belum sampai. Bawa sendiri lagi mobilnya," kata dia dikutip dari saluran YouTube, Minggu 26 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut diungkap Rudy Mas'ud lantaran kondisinya seperti itu, pegawainya merasa kasihan melihatnya. 

"Mungkin jadi teman-teman itu mungkin kasihan dengan kami. Kedua terkadang saya sendiri di rumah tak ada yang temani,," jelasnya.

Halaman Selanjutnya

Dia juga menegaskan bahwa fasilitas kursi pijat ini bukan sesuatu yang tiba-tiba muncul. Dia menyebut bahwa anggaran kursi pijat ini masuk dalam perencanaan anggaran resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur periode anggaran 2024/2025.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |