Senin, 11 Mei 2026 - 19:40 WIB
VIVA –Dewan Perwakilan Rayat (DPR) Filipinka kembali memakzulkan Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte untuk kedua kalinya. Sara dimakzulkan pada Senin lalu atas tuduhan kekayaan yang tidak dapat dijelaskan, penyalahgunaan dana negara serta ancaman pembunuhan Ferdinand ’Bongbong’ Marcos Jr.
Pemakzulan ini terjadi setelah lebih dari sembilan bulan Mahkamah Agung Filipina membatalkan proses pemakzulan pertamanya. Pemakzulan pertama itu dibatalkan dengan alasan teknis konstitusi. Namun keputusan MA itu tidak menutup kemungkinan adanya upaya pemakzulan di masa depan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melansir laman TIME, Senin 11 Mei 2026, sebanyak 257 anggota DPR Filipina menyatakan dukungan mereka untuk memakzulkan wapres mereka. Angka ini lebih banyak dari jumlah minimum yang dipersyaratkan yakni sepertiga anggota DPR. Dengan hasil pemungutan suara tersebut, Duterte menjadi pejabat pertama dalam sejarah Filipina yang dimakzulkan dua kali.
Duterte juga dijadwalkan akan menghadapi sidang di Senat Filipina.
Sementara itu, pengamat politik menilai proses sidang di Senat akan menjadi pertarungan politik Duterte sesungguhnya.
“Bagaimana jalannya sidang pemakzulan ini di hadapan publik akan sangat memengaruhi cara pemilih memandang pencalonannya,” kata profesor ilmu politik dari University of the Philippines, Jean Encinas-Franco kepada TIME.
Saat ini, blok pendukung Duterte di Senat masih cukup kuat. Setelah DPR pertama kali memakzulkan Duterte tahun lalu, Senat pada akhirnya menunda proses tersebut dengan mengacu pada putusan Mahkamah Agung.
Tahun ini, ketika DPR kembali membahas pemakzulan Sara Duterte, mayoritas senator justru memilih seorang sekutu dekat keluarga Duterte sebagai Presiden Senat. Meski begitu, sosok tersebut membantah bahwa perubahan posisi itu berkaitan dengan proses pemakzulan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada Februari lalu, Sara Duterte mengumumkan akan maju sebagai calon presiden dalam pemilu nasional 2028. Dalam berbagai survei opini publik, namanya masih menjadi salah satu kandidat terkuat untuk menggantikan Marcos, yang secara konstitusi hanya boleh menjabat satu periode selama enam tahun.
Sara Duterte sebelumnya bergabung dengan tiket politik Marcos pada pemilu 2022 dan membantu meraih kemenangan besar. Namun, hubungan keduanya kini berubah menjadi rival politik, memicu konflik yang disebut telah menyeret Filipina ke dalam ketidakstabilan politik dan ekonomi.
Halaman Selanjutnya
Jika Senat memutuskan Duterte bersalah, karier politik putri mantan Presiden Rodrigo Duterte itu bisa berada di ujung tanduk. Rodrigo Duterte sendiri saat ini berada dalam tahanan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan menghadapi persidangan terkait perang melawan narkoba yang menewaskan ribuan orang selama masa pemerintahannya.

2 days ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)