Rabu, 28 Januari 2026 - 15:32 WIB
New York, VIVA – Badai musim dingin yang melanda Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir menewaskan sedikitnya 10 orang di Kota New York. Wali Kota New York, Zohran Mamdani, menyampaikan informasi tersebut kepada wartawan pada Selasa, 27 Januari 2026.
"Sedikitnya 10 warga New York telah kehilangan nyawa mereka secara tragis setelah ditemukan di luar ruangan," kata Mamdani dilansir New York Post, Rabu.
Ia menjelaskan bahwa hingga kini pihak berwenang masih menyelidiki penyebab kematian para korban dan belum dapat memastikan apakah seluruh kasus tersebut berkaitan langsung dengan hipotermia.
Mamdani pun mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, termasuk dengan memperhatikan kondisi tetangga di sekitar mereka.
"Kota New York masih berstatus kode biru, yang artinya kami meningkatkan upaya penjangkauan, melakukan pemeriksaan sepanjang waktu, dan mengatur prosedur penerimaan penampungan guna menampung sebanyak mungkin warga New York," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa langkah-langkah yang dilakukan pemerintah kota telah berhasil menempatkan 170 tunawisma ke sejumlah lokasi pengungsian.
Sementara itu, surat kabar New York Post melaporkan pada Senin, bahwa badai salju yang sama telah menyebabkan sedikitnya 26 korban jiwa di seluruh Amerika Serikat.
Namun, Komisaris Departemen Pelayanan Sosial New York, Molly Wasow Park, mengungkapkan dalam konferensi pers pada Selasa bahwa sejumlah korban di New York diketahui sebelumnya pernah menggunakan sistem penampungan kota.
"Ketika cuaca dingin begitu mematikan, kita perlu menghadapi situasi ini dan tidak mengabaikan satu pun detail," kata Mamdani dalam konferensi pers tersebut.
Kelompok pembela tunawisma menilai kematian ini menjadi peringatan bahwa pemerintah kota harus melakukan upaya yang lebih maksimal untuk memindahkan orang-orang dari jalanan ke tempat yang aman.
"Fakta bahwa begitu banyak orang telah meninggal menunjukkan bahwa kota perlu melakukan pekerjaan yang jauh lebih baik untuk membuat orang merasa aman ketika mereka masuk ke dalam," kata David Giffen, direktur eksekutif Koalisi untuk Tunawisma.
"Bukannya sebagian besar orang di jalanan tidak menyadari sistem penampungan, tetapi mereka memiliki pengalaman di sana yang membuat mereka tidak ingin kembali," tambahnya.
Halaman Selanjutnya
Dalam kebijakannya, Mamdani dinilai lebih enggan memaksa para tunawisma untuk meninggalkan jalanan dibandingkan pendahulunya, Eric Adams. Bahkan sebelum resmi menjabat sebagai wali kota, Mamdani telah menyatakan niatnya untuk mengakhiri praktik penggusuran tempat tinggal tunawisma yang selama ini menuai kritik.

1 hour ago
1














