Bekasi, VIVA – Lanskap ritel di kawasan urban Indonesia diprediksi terus bergerak dinamis hingga 2026. Namun, pertumbuhan tersebut tak lagi bertumpu pada aktivitas jual beli semata. Pusat ritel kini mengalami pergeseran fungsi, dari ruang transaksi menjadi ruang sosial dan gaya hidup masyarakat perkotaan.
Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat, menilai perubahan ini tak terlepas dari perkembangan kawasan urban yang dibarengi dengan transformasi perilaku konsumen. Scroll untuk informasi selengkapnya, yuk!
“Retail di urban area masih berkembang dan tetap ekspansi, tapi bentuknya sudah berbeda. Fokusnya bukan lagi full physical retail seperti dulu,” ujar Syarifah dalam keterangannya, dikutip Rabu 28 Januari 2026.
![]()
Menurut Syarifah, efisiensi dan kemudahan belanja daring membuat masyarakat kota tidak lagi merasa perlu datang ke pusat perbelanjaan hanya untuk membeli barang. Sebaliknya, mall kini diposisikan sebagai tempat untuk berinteraksi dan mencari pengalaman.
“Bukan berarti retail sudah jenuh. Tapi sekarang orang tidak merasa perlu datang ke mall hanya untuk beli barang. Yang dicari justru tempat untuk hangout, berinteraksi, dan mendapatkan pengalaman,” jelasnya.
Perubahan tersebut mendorong tumbuhnya konsep lifestyle retail, di mana pusat komersial berfungsi sebagai ruang berkumpul dan aktivitas sosial. Area makan terbuka atau alfresco dining yang sebelumnya bersifat pelengkap, kini berkembang menjadi elemen utama yang terintegrasi dalam desain retail modern.
Syarifah juga menyoroti pengaruh rutinitas kerja masyarakat urban yang padat. Kondisi ini membuat kebutuhan akan ruang relaksasi dan pemulihan semakin meningkat.
Salah satu tren yang diperkirakan semakin kuat menuju 2026 adalah masuknya konsep wellness ke dalam ruang retail. Kesehatan tak lagi dipandang sebagai kebutuhan sesaat, melainkan bagian dari gaya hidup.
“Healthcare is a new lifestyle,” ujar Syarifah.
Pusat perbelanjaan kini mulai menghadirkan berbagai fasilitas kebugaran dan kesehatan, mulai dari spa, studio yoga dan pilates, hingga olahraga rekreasional seperti pickleball dan bowling. Selain itu, ruang komunitas dan fasilitas hobi juga menjadi daya tarik baru, menjadikan retail sebagai pusat aktivitas sosial yang lebih inklusif.
Tren ini sejalan dengan proyeksi konsumsi rumah tangga Indonesia. Berdasarkan BCA Indonesia Economic Outlook 2026, konsumsi diperkirakan tetap resilien, meski konsumen menjadi lebih selektif akibat tekanan struktural dan ketidakpastian global. Kondisi tersebut mendorong strategi ritel yang lebih menekankan nilai, efisiensi, dan pengalaman.
Halaman Selanjutnya
Perubahan arah retail ini juga tercermin dalam pengembangan pusat perbelanjaan baru, termasuk Summarecon Mall Bekasi Phase 2 yang dijadwalkan dibuka pada 4 Februari 2026 mendatang. Pengembangan tersebut dirancang terintegrasi dengan fase sebelumnya dan mengusung konsep One-Stop Solution dengan pendekatan gaya hidup urban.

1 hour ago
1














