Ada Risiko di Balik Investasi Rp6,74 T! KPK Ingatkan Kemenperin Soal Tata Kelola

3 weeks ago 8

Sabtu, 4 April 2026 - 16:00 WIB

Jakarta, VIVA - Kementerian Perindustrian diingatkan soal potensi risiko tata kelola terhadap realisasi investasi sebesar Rp6,74 triliun di 175 kawasan industri sepanjang 2025.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memandang potensi risiko tata kelola tersebut perlu diantisipasi sejak awal oleh Kemenperin. Sehingga, dilakukan langkah pencegahan seperti koordinasi lanjutan antara KPK dengan Kemenperin pada 2 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Wilayah V KPK, Dian Patria mengatakan langkah pihaknya terhadap sektor industri tersebut bertujuan memberi kepastian hukum bagi investor, terutama di tengah tantangan penurunan nilai Indeks Persepsi Korupsi (IPK).

“Faktor ekonomi turut memengaruhi Indeks Persepsi Korupsi sebab lebih banyak bersinggungan dengan perusahaan asing,”ujar dia, dikutip Sabtu, 4 April 2026.

Sementara itu, selain melakukan koordinasi dan pemetaan risiko sejak Maret 2026 bersama Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, dia mengatakan KPK telah meninjau sejumlah kawasan industri strategis di Indonesia.

Sejumlah kawasan tersebut seperti Kawasan Industri Jababeka, Kawasan Industri Surya Cipta Industrial Estate Karawang, Jatiluhur Industrial Smart City, Kawasan Industri Terpadu Batang (KEK Industropolis Batang), serta Kawasan Industri Candi.

Berdasar hasil pemetaan itu, lembaga antirasuah mengidentifikasi sejumlah titik rawan yang perlu mendapat perhatian, terutama pada proses perizinan, penanaman modal, hingga pengembangan kawasan industri.

“Kami mendorong pengelola kawasan berperan membantu pemerintah dengan tetap menjunjung tinggi prinsip transparansi,” katanya.

Sementara untuk pemerintah daerah, dia mengingatkan bahwa mereka berperan krusial dalam memastikan ekosistem investasi berjalan optimal.

Ia mengatakan pemda tidak hanya berperan dari sisi perizinan, tetapi juga dalam penyediaan infrastruktur pendukung hingga pengawasan tanggung jawab sosial perusahaan.

“Keterlibatan aktif pemda akan memperkuat ekosistem tata kelola kawasan industri yang berintegritas sekaligus menjaga iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai langkah lanjutan, KPK menekankan pentingnya penguatan sistem monitoring melalui optimalisasi Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), guna meningkatkan transparansi dan akses data industri bagi pemangku kepentingan.

Adapun Direktur Perwilayahan Industri Kemenperin Winardi mengatakan tata kelola yang bersih harus tetap berjalan seiring dengan pertumbuhan industri.

Halaman Selanjutnya

Oleh sebab itu, dia memandang pendampingan KPK terhadap realisasi investasi selama 2025, dapat menguatkan seluruh proses pertumbuhan industri untuk tetap berada dalam koridor integritas.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |