loading...
Rasulullah SAW memberikan teladan tentang bagaimana menyampaikan nasihat secara efektif, tidak terus-menerus tetapi memilih waktu yang tepat agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Foto ilustrasi/Sindonews
Memberi nasihat merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam. Bahkan para ulama menjelaskan bahwa saling menasihati dalam perkara agama termasuk kewajiban setiap Muslim sesuai kemampuan masing-masing. Nasihat bukan sekadar menyampaikan kritik atau mengoreksi kesalahan orang lain, melainkan bentuk kepedulian untuk mengajak sesama menuju kebaikan dan menjauhkan mereka dari keburukan.
Besarnya kedudukan nasihat dalam Islam ditegaskan Rasulullah SAW melalui sebuah hadis yang sangat masyhur. Dari Tamim Ad-Dari radhiyallahu 'anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Agama adalah nasihat."
Para sahabat bertanya, "Untuk siapa, wahai Rasulullah?"
Beliau menjawab:
"Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum Muslimin, dan seluruh kaum Muslimin." (HR Muslim).
Baca juga: Islam Agama Nasihat, Ini 8 Dalil Al-Qur'an dan Hadis tentang Pentingnya Saling Menasihati
Hadis tersebut menunjukkan bahwa nasihat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ajaran Islam. Seorang Muslim tidak hanya dituntut mampu menerima nasihat dengan lapang dada, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk mengingatkan saudaranya ketika melihat kemungkaran atau penyimpangan, tentu dengan cara yang benar.
Rasulullah SAW Tidak Sembarangan Memberi Nasihat
Dalam praktiknya, Rasulullah SAW memberikan teladan tentang bagaimana menyampaikan nasihat secara efektif. Beliau tidak terus-menerus memberikan nasihat setiap saat, tetapi memilih waktu yang tepat agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
Dalam buku 160 Kebiasaan Nabi karya Abduh Zulfidar Akaha dijelaskan bahwa Rasulullah SAW memahami tabiat manusia yang mudah merasa jenuh apabila terus-menerus diberi pengajaran tanpa jeda.
Hal itu sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu.































