AI Picu 30.000 PHK di 2026, Perusahaan Global Beralih ke 'Robot'

1 week ago 7

Jumat, 17 April 2026 - 21:00 WIB

Jakarta, VIVA – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri teknologi kembali menguat pada 2026. Kali ini, perusahaan induk Snapchat, Snap Inc., menjadi sorotan setelah mengumumkan pemangkasan sekitar 1.000 karyawan atau setara 16 persen dari total tenaga kerja globalnya. 

Langkah ini mempertegas dampak besar kecerdasan buatan (AI) terhadap struktur kerja perusahaan modern. Snap menyebut, keputusan tersebut dipicu oleh percepatan teknologi AI yang memungkinkan banyak pekerjaan dilakukan dengan lebih sedikit tenaga manusia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pernyataannya, perusahaan menegaskan bahwa kemajuan cepat dalam kecerdasan buatan memungkinkan pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan banyak orang kini dapat diselesaikan oleh tim yang lebih kecil.

CEO Evan Spiegel juga menyampaikan dalam memo internal bahwa langkah ini ditargetkan dapat menghemat hingga US$500 juta atau setara Rp8,5 triliun pada paruh kedua 2026. Ia juga menyebut bahwa perusahaan sudah menggunakan AI di berbagai lini bisnis untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Snap bukan satu-satunya perusahaan yang melakukan efisiensi berbasis AI. Sepanjang 2026, sejumlah perusahaan teknologi besar juga melakukan langkah serupa dengan alasan transformasi digital.

Oracle, misalnya, melakukan pemangkasan 20.000–30.000 karyawan seiring investasi besar pada infrastruktur AI. Meta juga dilaporkan melakukan PHK ratusan pekerja, sementara Crypto.com memangkas 12 persen tenaga kerja karena integrasi AI di seluruh perusahaan.

”Pekerjaan yang terdampak adalah peran yang tidak dapat beradaptasi dalam dunia baru kami,” ungkap CEO Crypto.com, Kris Marszalek, sebagaimana dikutip dari Forbes, Jumat, 17 April 2026.

Sementara itu, Atlassian memangkas sekitar 1.600 karyawan untuk mendanai investasi AI. Co-founder Mike Cannon-Brookes mengatakan, bahwa ia pada dasarnya percaya bahwa kombinasi antara manusia dan AI menciptakan hasil terbaik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tren ini menunjukkan pergeseran besar dalam cara perusahaan mengelola tenaga kerja. Banyak perusahaan kini mengalihkan anggaran dari perekrutan ke investasi teknologi AI yang dianggap lebih efisien dalam jangka panjang.

Pakar ketenagakerjaan Andy Challenger mengungkapkan bahwa perusahaan mengalihkan anggaran ke investasi AI dengan mengorbankan pekerja. “Penggantian pekerja nyata dapat terlihat di perusahaan teknologi, di mana AI dapat menggantikan fungsi pengkodean. Industri lain sedang menguji batas teknologi ini, dan meskipun belum bisa menggantikan pekerja sepenuhnya, tetap mengurangi jumlah pekerjaan.”

Halaman Selanjutnya

Secara global, sekitar 30.000 pekerjaan diperkirakan telah hilang akibat AI pada 2026, menurut data Challenger, Gray & Christmas. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai hampir 55.000 kasus PHK terkait AI.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |