Akses Kuliah Masih Terbatas, Banyak Anak Muda RI Tertahan di Bangku SMA

2 weeks ago 9

Kamis, 9 April 2026 - 16:01 WIB

Jakarta, VIVA – Upaya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi masih menjadi tantangan besar bagi generasi muda di Indonesia. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025 menunjukkan bahwa angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi baru mencapai 32,89 persen pada kelompok usia 19–23 tahun.

Artinya, dari setiap 100 orang usia kuliah, hanya sekitar 33 orang yang benar-benar melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Angka ini menunjukkan bahwa akses pendidikan tinggi di Indonesia masih belum merata. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kesenjangan pun tampak jelas antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Di kota, APK pendidikan tinggi mencapai 38,58 persen, sedangkan di desa baru 23,14 persen. Perbedaan ini menegaskan bahwa faktor geografis masih menjadi penghalang bagi banyak anak muda untuk meraih pendidikan lebih tinggi.

Kondisi ini diperparah oleh berbagai faktor seperti keterbatasan ekonomi, minimnya informasi, hingga kurangnya dukungan lingkungan. Banyak pelajar yang sebenarnya memiliki potensi besar, namun harus mengubur impian kuliah karena keadaan.

Di tengah tantangan tersebut, sejumlah inisiatif mulai bermunculan untuk membuka peluang lebih luas bagi generasi muda. Salah satunya melalui program beasiswa yang tidak hanya berfokus pada bantuan biaya, tetapi juga pengembangan kapasitas diri.

Harumi Supit, Vice President of Public Relations Amartha, menekankan pentingnya pendidikan sebagai jalan untuk meningkatkan taraf hidup, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan akses.

“Di 50.000 desa yang dilayani Amartha, kami melihat masih banyak anak muda berbakat yang belum dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena keterbatasan akses. Melalui Amartha.org, Beasiswa Amartha Cendekia membuka peluang bagi 250 pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan mereka," ujar Harumi dalam keterangannya, dikutip Kamis 9 April 2026. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami ingin mendorong lahirnya lebih banyak generasi pertama di keluarganya yang meraih gelar sarjana sekaligus membawa dampak bagi komunitasnya. Hingga saat ini, 86 persen penerima Beasiswa Amartha Cendekia telah berhasil melanjutkan ke perguruan tinggi, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 32 persen," sambungnya.

Program beasiswa seperti ini tidak hanya memberikan bantuan dana pendidikan, tetapi juga membekali peserta dengan mentoring, pelatihan kepemimpinan, serta pendampingan dalam merencanakan pendidikan dan karier.

Halaman Selanjutnya

Meski demikian, tantangan pemerataan pendidikan tinggi di Indonesia masih membutuhkan perhatian bersama. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi kunci untuk memastikan lebih banyak anak muda memiliki kesempatan yang sama dalam meraih masa depan melalui pendidikan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |