VIVA – Presiden FIFA, Gianni Infantino, akhirnya angkat bicara terkait polemik keputusan penangguhan hukuman penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun. Ia menegaskan keputusan tersebut murni berasal dari badan yudisial FIFA yang bekerja secara independen tanpa adanya intervensi dari pihak luar.
Kontroversi mencuat setelah Komite Disiplin FIFA menangguhkan hukuman larangan bermain satu pertandingan yang diterima Balogun akibat kartu merah pada laga babak 32 besar Piala Dunia 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun
Photo :
- JAMIE SQUIRE/GETTY IMAGES VIA AFP
Keputusan itu membuat striker berusia 25 tahun tersebut tetap bisa tampil saat Amerika Serikat menghadapi Belgia pada babak 16 besar. Langkah FIFA tersebut kemudian menuai protes, terutama dari Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) dan sorotan tajam dari UEFA.
Dalam konferensi pers, Infantino menegaskan FIFA memiliki mekanisme hukum yang harus dihormati semua pihak. Menurutnya, setiap keputusan disiplin dibuat berdasarkan regulasi dan fakta yang ditemukan dalam proses pemeriksaan.
"Badan yudisial FIFA bekerja secara independen tanpa campur tangan pihak mana pun. Independensi mereka sangat penting bagi kredibilitas dan integritas sepak bola, dan hal itu harus selalu dihormati," ujar Infantino, seperti dikutip dari FIFA, Selasa, 7 Juli 2026.
Infantino juga mengonfirmasi bahwa dirinya memang menerima telepon dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang membahas kasus Balogun. Namun, ia memastikan percakapan tersebut tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan akhir FIFA.
"Saya memang menerima telepon dari Presiden Donald Trump, sebagaimana saya juga menerima telepon dari kepala negara, pejabat pemerintah, dan para pemangku kepentingan sepak bola dari berbagai belahan dunia," tutur Infantino.
Kepada Trump, Infantino mengaku hanya menjelaskan bahwa kasus Balogun sedang berjalan melalui prosedur resmi FIFA dan akan diputuskan oleh lembaga yang memiliki kewenangan.
"Begitulah sistem FIFA bekerja, dan prinsip itu akan selalu saya junjung tinggi," tegasnya.
FIFA Tolak Gugatan Belgia
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebelumnya, keputusan FIFA untuk menangguhkan hukuman Balogun mendapat keberatan dari Federasi Sepak Bola RBFA. Belgia mempertanyakan langkah tersebut karena aturan larangan bermain akibat kartu merah selama ini diterapkan secara konsisten.
Namun, FIFA menolak gugatan yang diajukan federasi sepak bola Belgia tersebut. Alasannya, RBFA dinilai tidak memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan banding terhadap keputusan disiplin yang diberikan kepada pemain Amerika Serikat.
Halaman Selanjutnya
Kasus ini bermula ketika Balogun menerima kartu merah dalam kemenangan Amerika Serikat 2-0 atas Bosnia dan Herzegovina pada babak 32 besar. Ia dianggap melakukan pelanggaran keras setelah menginjak pergelangan kaki kanan pemain lawan, Tarik Muharemovic.

1 week ago
1











