Madrid, VIVA – Kekalahan tipis 1-2 Real Madrid dari Bayern Munich pada leg pertama perempat final Liga Champions tidak melunturkan mental skuad Los Blancos. Sang pelatih, Alvaro Arbeloa, justru memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan anak asuhnya di Santiago Bernabeu.
Meskipun harus menelan pil pahit di kandang sendiri, Arbeloa mengaku bangga dengan etos kerja para pemainnya yang tidak berhenti menekan hingga peluit akhir. Menurutnya, kepercayaan diri tim tetap terjaga untuk menatap laga penentuan di markas Bayern.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pelajaran Berharga di Bernabeu
Arbeloa menekankan bahwa timnya telah mempelajari banyak hal dari permainan raksasa Bavaria tersebut. Ia menyoroti fase transisi dan tekanan tinggi (pressing) yang diterapkan Bayern sebagai faktor risiko yang harus diwaspadai di leg kedua nanti.
"Saya angkat topi untuk para pemain saya yang terus menyerang dan menjaga keyakinan. Kami pergi ke Jerman dengan pengetahuan bahwa kami mampu menang di sana," ujar Arbeloa.
Ia juga menambahkan catatan evaluasi terkait cara timnya membangun serangan. "Ketika Anda mencoba bermain terbuka dan lawan menekan, Anda harus sangat berhati-hati karena itu adalah fase permainan yang berbahaya. Kami belajar banyak tentang Bayern malam ini."
Ruediger Soroti Performa Manuel Neuer
Nada optimistis juga datang dari lini pertahanan Madrid. Bek tengah Antonio Ruediger mengungkapkan bahwa tim sebenarnya sudah mewaspadai bahaya kehilangan bola di area sensitif, namun efektivitas serangan tetap menjadi kendala.
Ruediger secara khusus memuji penampilan kiper Bayern, Manuel Neuer, yang tampil luar biasa menggagalkan peluang-peluang emas Madrid.
"Sebelum pertandingan, kami sudah bicara untuk tidak kehilangan bola karena di level ini, hal itu sangat berbahaya. Satu hal yang seharusnya kami lakukan lebih banyak dan lebih baik adalah melepaskan tembakan. Tapi, Manuel Neuer adalah pemain terbaik mereka malam ini," tutur bek asal Jerman tersebut kepada Movistar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Asa Remontada di Jerman
Meski kalah di leg pertama, sejarah Real Madrid yang akrab dengan drama comeback atau remontada menjadi bahan bakar semangat bagi para pemain. Rudiger menegaskan bahwa pintu semifinal masih terbuka lebar bagi timnya.
Halaman Selanjutnya
"Bagaimanapun, kami memiliki alasan kuat untuk berharap pada perjuangan balik (di leg kedua)," tegas Rudiger.

2 weeks ago
13



























