Anggota DPRD TTU Bantah Intimidasi dr. Icha, Paman Korban: Apa Perbedaan Membentak dan Bernada Tinggi?

3 hours ago 1

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:31 WIB

VIVA – Seorang dokter bernama dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr Icha diduga nekat bunuh diri karena disinyalir kuat berawal dari aksi intimidasi.

Berdasarkan pemeriksaan dokter, dr Icha didiagnosis mengalami depresi berat setelah dibentak oleh tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, saat menangani pasien gigitan ular.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

TRIGGER WARNING: Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak professional seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Dokter muda ini meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Leona selama seminggu.

Tenaga medis ini meninggal dunia pada Jumat, (26/6/2026) di rumah orang tuanya di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang.

Menurut keterangan paman korban, Fabianus Banase, berdasarkan pemeriksaan medis, dr Icha mengalami depresi berat tanpa gejala psikotik varian mengalami guncangan hebat hingga melakukan percobaan bunuh diri.

“Dokter Icha ini episode depresi berat tanpa gejala psikotik varian mengalami guncangan hebat hingga melakukan percobaan bunuh diri. Ini hasil pemeriksaannya,” ungkap Fabianus Banase pada program acara Kabar Utama, tvOne.

dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha

Photo :

  • Instagram Kemenkes

Fabianus mengatakan ketiga terlapor ini masih menyangkal bahwa mereka tidak membentak korban hanya berkomunikasi dengan nada yang tinggi.

“Tiga anggota DPRD ini mereka tetap menyangkal bahwa mereka tidak membentak, mereka hanya bernada tinggi. Nah saya minta persamaan bernada tinggi dengan membentak seperti apa,” ujarnya.

“Nah, perilaku ketiga anggota DPRD ini, dia ini biang kerok provokasi. Memprovokasi bahwa dia yang lebih paham SOP 6 jam itu sudah harus ditangani segala macam,” sambungnya.

Sementara terlapor lainnya diduga menyudutkan dengan menyoroti metode penanganan yang dilakukan korban terhadap pasien.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sedangkan yang lainnya, dia menuding dokter almarhum ini bahwa diduga pakai parasetamol segala macam. Sementara dokter Icha ini kan dokter rujukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu,” terang Fabianus.

Sebelumnya, keluarga berencana untuk membawanya ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kupang.

Halaman Selanjutnya

Namun, sebelum pemeriksaan dr Icha ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |