Senin, 20 April 2026 - 08:56 WIB
Jakarta, VIVA – Angkatan Laut Amerika Serikat menggunakan robot untuk membersihkan Selat Hormuz dari ranjau guna memulihkan pelayaran di jalur air tersebut bagi kapal-kapal komersial, demikian dilaporkan The Wall Street Journal pada Minggu 19 April 2026.
Pada akhir Maret lalu, CBS News, yang mengutip pejabat AS, melaporkan ada sekitar selusin ranjau bawah laut yang diduga telah ditanam oleh Iran di seluruh Selat Hormuz.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pejabat terkait AS menuduh bahwa Iran mengerahkan ranjau laut Maham 3 dan Maham 7 buatan Iran, yang menggunakan sensor magnetik dan akustik untuk mendeteksi kapal-kapal di dekatnya tanpa kontak.
Militer AS menggunakan drone udara dan laut yang dilengkapi dengan sonar untuk mendeteksi ranjau yang mungkin berada di dasar selat, kata laporan itu. Angkatan laut AS juga menggunakan kombinasi sistem berawak dan tanpa awak, kata seorang pejabat pertahanan AS kepada surat kabar tersebut.
Pada akhir Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dan dilanjutkan dengan negosiasi di Islamabad pada 11 April yang berakhir tanpa hasil.
Meskipun tidak ada pengumuman dimulainya kembali permusuhan, AS mulai memblokade pelabuhan Iran. Para mediator pun berupaya untuk berupaya menggelar putaran pembicaraan baru antara AS dan Iran. (Ant)
Iran Tetap Siaga Tempur di Tengah Negosiasi dengan AS
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan angkatan bersenjata Iran tetap dalam posisi siap tempur penuh di tengah negosiasi dengan Amerika Serikat (AS).
VIVA.co.id
20 April 2026

6 days ago
7



























