Selasa, 14 April 2026 - 13:26 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Energi Amerika Serikat (AS), Chris Wright mengatakan bahwa harga minyak dapat mencapai puncak dalam beberapa pekan mendatang.
Hal ini dikarenakan adanya gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz yang mendorong biaya energi lebih tinggi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Kita akan melihat harga energi akan tetap tinggi—dan mungkin bahkan melonjak—sampai kami mendapatkan lalu lintas kapal yang signifikan melalui Selat Hormuz," kata Wright dalam konferensi Semafor World Economy, dikutip Selasa, 14 April 2026.
Dia menambahkan bahwa puncak harga itu mungkin akan terjadi dalam waktu dekat, seiring dengan terganggunya pasokan energi global akibat konflik yang berlangsung.
Menurut Wright, tekanan harga baru akan mereda setelah konflik antara Amerika Serikat dan Iran berakhir dan aliran energi kembali berjalan. Namun, dia mengingatkan penurunan harga nantinya tidak akan terjadi dengan cepat, meskipun distribusi energi mulai kembali normal.
"Presiden (Donald Trump) tahu sejak awal bahwa jika aliran energi diganggu dalam jangka pendek, maka itu akan mendorong harga energi naik," tambahnya.
Harapan untuk mencapai penurunan harga dengan cepat adalah hal yang tidak realistis.
"Pada musim panas nanti, itu adalah jangka waktu yang agresif," kata Wright.
Pasar minyak melonjak sejak konflik antara AS-Israel melawan Iran pecah pada akhir Februari lalu, hingga berdampak pada akses pelayaran di Selat Hormuz.
Sebagai respons, AS mempertimbangkan langkah militer di kawasan tersebut setelah upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik gagal dan sempat ada gencatan senjata sementara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan langkah pengamanan akan diterapkan terhadap kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di kawasan Teluk. (Ant)
Sumber: Anadolu
Menhan Sjafrie Bertemu Menteri Perang AS di Pentagon, Sepakati Kerja Sama Pertahanan
Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengunjungi Pentagon, AS, Senin, menjajaki kemitraan strategis Indonesia dengan Departemen Perang AS. Dipuji Menteri Perang AS Pete Hegseth
VIVA.co.id
14 April 2026

1 week ago
9



























