DPR Ingatkan Kemendiktisaintek Hat-hati soal Rencana Tutup Program Studi Tak Relevan dengan Industri

3 hours ago 1

Senin, 27 April 2026 - 13:39 WIB

Jakarta, VIVA – Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengkritik rencana Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) soal penutupan sejumlah program studi (prodi) yang dinilai tidak lagi relevan dengan kebutuhan industri dan pertumbuhan ekonomi di masa depan.

Menurut Hetifah, Kemendiktisaintek harus lebih hati-hati dan memiliki kajian akademik yang kuat dalam mengambil keputusan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Setiap kebijakan terkait prodi harus berpijak pada kajian komprehensif, bukan sekadar merespons tren jangka pendek,” ujar Hetifah kepada wartawan, Senin 27 April 2026.

Dia menjelaskan perguruan tinggi jangan hanya dipandang sebagai wadah pemasok tenaga kerja. 

“Fungsi perguruan tinggi jauh lebih luas, termasuk pengembangan ilmu dasar, kebudayaan, dan daya kritis bangsa,” jelasnya.

Menurut Hetifah, Kemendiktisaintek seharusnya melakukan transformasi terhadap jurusan kuliah yang dinilai kurang relevan dengan kebutuhan industri, bukan menutupnya.

Misalnya dengan mengubah kurikulum, pendekatan interdisipliner, serta keterkaitan dengan potensi daerah dan kekayaan budaya lokal.

Hetifah menyebut evaluasi juga harus dilakukan secara berkala dan melibatkan akademisi, asosiasi profesi, serta pihak industri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jika penyesuaian harus dilakukan, maka wajib disertai masa transisi yang adil, serta perlindungan penuh bagi mahasiswa dan dosen,” pungkasnya.

tvOnenews/Syifa Aulia

Ilustrasi wisuda/lulus kuliah.

7 Jurusan Kuliah dengan Peluang Kerja Paling Rendah, Banyak Lulusan Sulit Terserap Industri

Simak jurusan kuliah dengan penyerapan kerja rendah menurut OECD, agar Anda lebih bijak memilih jurusan dan memahami risiko pasar kerja global saat ini

img_title

VIVA.co.id

27 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |