Jakarta, VIVA – Kabar duka datang menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). Tri Wibowo, staf PC KEP KSPSI Kabupaten Bekasi yang menjadi korban penyiraman air keras, dilaporkan meninggal dunia pada Senin pagi, 27 April 2026.
Korban mengembuskan napas terakhir akibat pendarahan usai menjalani operasi pencangkokan kulit, setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif akibat luka serius yang dideritanya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, menyampaikan duka mendalam atas kepergian korban yang merupakan bagian dari keluarga besar organisasi buruh tersebut.
“Ia menyampaikan duka cita mendalam kehilangan salah satu Keluarga Besar KSPSI AGN,” ujarnya.
Di tengah suasana duka, keluarga korban berharap kasus ini dapat diusut tuntas. Istri almarhum Tri Wibowo yang juga merupakan anggota KEP KSPSI PT Aica Indonesia meminta aparat kepolisian mengungkap motif di balik aksi keji tersebut.
“Istri Almarhum Tri Wibowo Yang Juga Anggota KEP KSPSI PT Aica Indonesia Meminta Kepolisian Untuk Mengusut Tuntas Motif Sebenarnya Tindakan Penyiraman Air Keras Terhadap Suaminya,” ucap dia.
KSPSI menegaskan komitmennya untuk mengawal proses hukum hingga tuntas. Organisasi tersebut juga mendesak agar pelaku mendapatkan hukuman maksimal atas perbuatannya yang telah merenggut nyawa korban.
“DPP KSPSI AGN akan mengawal penuh proses hukum pelaku penyiraman Air keras dan Harus mendapatkan hukuman Seberat beratnya karena tindakan tersebut mengakibatkan hilangnya nyawa korban,” katanya.
Lebih jauh, Andi Gani juga menginstruksikan seluruh jajaran KSPSI untuk mempercayakan proses hukum kepada aparat penegak hukum dan pengadilan.
“Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea Menginstruksikan Seluruh Jajaran KSPSI AGN Untuk Mempercayakan Proses Hukum Ini Kepada Kepolisian dan Juga Pengadilan,” kata dia.
Selain itu, pihaknya juga meminta pemerintah dan aparat terkait untuk memperketat pengawasan terhadap peredaran air keras agar tidak disalahgunakan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Andi Gani Juga Menghimbau Pihak Berwenang Untuk Mengawasi dan menindak tegas penyalahgunaan Penjualan Air Keras dan Harus Di Awasi Betul Penjualannya,” tutur dia.
Sebelumnya diberitakan, aksi brutal penyiraman air keras kembali terjadi dan terekam kamera pengawas. Kali ini, peristiwa mengerikan itu menimpa seorang warga di kawasan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, hingga videonya viral di media sosial.
Halaman Selanjutnya
Salah satunya diposting akun Instagram @infobekasi. Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat dua pria berboncengan sepeda motor melintas di lokasi. Tanpa diduga, salah satu pelaku menyiramkan cairan ke arah korban yang saat itu tengah berjalan kaki seorang diri.

4 hours ago
2



























