AS Tak Mau Kasih Celah, Mobil China Mau Diblokir Total Tanpa Sisa

1 day ago 4

Sabtu, 4 April 2026 - 17:30 WIB

Amerika Serikat, VIVA - Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China kembali merembet ke industri otomotif, khususnya kendaraan listrik. Kali ini, seorang senator dari Partai Republik, Bernie Moreno, melontarkan wacana kontroversial dengan mendorong pelarangan total mobil asal China masuk ke pasar Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan Moreno dalam sebuah forum otomotif menjelang New York International Auto Show. Ia menegaskan bahwa dirinya tengah menyiapkan rancangan undang-undang yang akan memperketat aturan yang sudah lebih dulu diterapkan pemerintah AS sejak awal 2025. Regulasi sebelumnya memang telah membatasi masuknya mobil penumpang asal China dengan alasan keamanan nasional, terutama terkait potensi pengumpulan data pengguna.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, langkah yang diusulkan Moreno jauh lebih ekstrem. Ia ingin menutup sepenuhnya celah bagi kendaraan yang memiliki keterkaitan dengan China, baik dari sisi perangkat keras, perangkat lunak, maupun kerja sama industri. Bahkan, Moreno menyatakan tidak boleh ada satu pun mobil China yang beroperasi di jalanan Amerika Serikat.

Seperti dikutip VIVA Otomotif dari Carnewschina, Sabtu 4 April 2026. Moreno juga membandingkan industri otomotif dengan sektor telekomunikasi. Ia menyinggung larangan terhadap Huawei di AS sebagai contoh. Menurutnya, pendekatan serupa perlu diterapkan pada industri otomotif demi melindungi kepentingan nasional.

Retorika yang digunakan Moreno pun tergolong keras. Ia menyebut kehadiran mobil China sebagai “ancaman” yang harus dicegah sejak dini, bahkan mengajak negara-negara sekutu untuk mengikuti langkah serupa. Negara-negara seperti Meksiko, Kanada, hingga kawasan Eropa disebutnya perlu mengadopsi kebijakan yang sejalan dengan AS.

Sikap tegas ini juga tercermin dari kritik Moreno terhadap perusahaan teknologi asal Amerika, seperti Waymo. Dalam sidang Senat sebelumnya, ia menyoroti kerja sama Waymo dengan Geely, yang dianggap bertentangan dengan upaya menjaga dominasi industri dalam negeri. Kolaborasi tersebut melibatkan penggunaan kendaraan listrik dari sub-brand Geely, yaitu Zeekr, untuk armada robotaxi.

Di sisi lain, kebijakan ini mendapat dukungan dari pelaku industri otomotif domestik. Sejumlah asosiasi perdagangan otomotif di AS mendorong pemerintah untuk mempertahankan proteksi ketat terhadap produsen China, guna menjaga daya saing pasar lokal.

Halaman Selanjutnya

Namun, respons keras datang dari pemerintah China. Kedutaan Besar China di Washington menilai langkah tersebut sebagai bentuk proteksionisme perdagangan dan kebijakan diskriminatif yang bertentangan dengan prinsip persaingan sehat.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |