ASN Malaysia WFH Mulai 15 April di Tengah Krisis BBM, Suhu AC Kantor Dibatasi

7 hours ago 1

Kamis, 2 April 2026 - 20:20 WIB

VIVA – Malaysia akan memberlakukan kebijakan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah untuk kementerian, lembaga, badan hukum, dan perusahaan terkait pemerintah mulai 15 April 2026, untuk menghemat energi selama perang di Timur Tengah, kata Perdana Menteri Anwar Ibrahim.

Pengumuman perdana menteri pada Rabu malam, disampaikan saat negara Asia Tenggara itu mulai merasakan dampak perang di Timur Tengah terhadap pasokan bahan bakar global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kabinet telah menyetujui kebijakan bekerja dari rumah. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan memastikan pasokan energi yang stabil," kata Anwar dalam sebuah pengarahan khusus.

Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut, dan mengatakan bahwa informasi lebih lanjut akan segera diumumkan.

Malaysia memberikan subsidi bahan bakar yang besar, dengan warga negara yang memenuhi syarat hanya membayar 1,99 ringgit (US$0,49) per liter bensin tanpa timbal.

Namun, karena harga minyak mentah global melonjak dan Iran tetap menutup Selat Hormuz yang penting, Anwar mengatakan kuota bahan bakar bersubsidi akan dipotong dari 300 liter menjadi 200 liter per bulan.

Harga bahan bakar tanpa subsidi akan terus mengikuti harga pasar global.

Penghematan Energi: Batasi Suhu AC Kantor Pemerintah

Disisi lain, Pemerintah Malaysia terus melakukan penghematan energi secara rasional di berbagai sektor, salah satunya di instansi pemerintah, dengan mengatur ketentuan suhu minimal pendingin ruangan (AC).

"Pengendalian penggunaan energi di gedung-gedung pemerintah akan diperketat. Suhu pendingin ruangan ditetapkan pada minimum 24 derajat Celcius," ujar Wakil Perdana Menteri Malaysia Fadillah Yusof dalam pernyataan khusus yang disiarkan televisi lokal, di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis.

Fadillah Yusof yang juga merupakan Menteri Peralihan Energi dan Transformasi Air menyampaikan bahwa pemerintah Malaysia mengimbau aparatur sipil negara untuk mengenakan pakaian yang lebih sesuai dengan iklim setempat seperti batik, kemeja korporat atau baju Melayu untuk mengurangi ketergantungan pada pendingin ruangan yang berlebihan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memimpin dengan memberi teladan dalam penggunaan energi secara bijak," ungkapnya

Dia menekankan bahwa pemerintah Malaysia memastikan masyarakat senantiasa mendapatkan informasi atas kebijakan pemerintah. Pemerintah Malaysia berkomitmen untuk terus memberikan pembaruan secara berkala dan transparan.

Halaman Selanjutnya

"Masyarakat berhak mengetahui langkah-langkah yang diambil, dan pemerintah akan terus berkomunikasi dengan jelas tanpa menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu," jelas dia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |