Autopsy: Dead Body Can Talk, Film Forensik Pertama Indonesia yang Terinspirasi Kisah Nyata

1 day ago 4

Sabtu, 4 April 2026 - 18:00 WIB

Jakarta, VIVA – Dunia forensik akhirnya mendapat panggung utama di layar lebar Indonesia. Bertepatan dengan momentum Hari Film Indonesia, film thriller investigatif berjudul Autopsy: Dead Body Can Talk resmi diumumkan sebagai warna baru dalam sinema Tanah Air yang selama ini belum pernah mengeksplorasi dunia autopsi secara mendalam.

Diproduksi oleh Rumah Produksi Karya Kreatif Utama, film ini mengangkat premis yang tak biasa: kebenaran tidak selalu datang dari yang hidup, melainkan dari tubuh yang sudah tidak bisa berbicara. Di ruang autopsi yang sunyi dan dingin, setiap luka menyimpan cerita, setiap detail menjadi petunjuk, dan setiap jasad berpotensi mengungkap fakta yang selama ini tersembunyi. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yang membedakan Autopsy dari film horor atau thriller Indonesia pada umumnya adalah pendekatannya yang berbasis riset dan dunia nyata. Film ini terinspirasi dari praktik forensik seorang Brigjen. Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, Sp.F., DFM, dengan seluruh prosesnya dirancang secara profesional, etis, dan berbasis sains. Dari identifikasi luka hingga penarikan kesimpulan medis, film ini ingin meluruskan persepsi publik bahwa autopsi bukan sesuatu yang menyeramkan, melainkan sebuah bentuk pencarian keadilan.

Produksi ini juga diposisikan sebagai karya sinema yang memiliki relevansi sosial dan edukatif, melampaui fungsi hiburan semata.

Sutradara Ozan Ruz menggambarkan proyeknya ini sebagai sebuah perjalanan yang menembus batas antara dua dunia.

"Autopsy adalah perjalanan menembus batas antara hidup dan mati, di mana tubuh menjadi saksi terakhir dari kebenaran yang tak bisa dikubur. Melalui visual yang intim dan atmosfer yang menekan, film ini mengajak penonton menyelami perjalanan Dr. Sumy Hastry dalam merangkai kebenaran hingga menyadari bahwa kebenaran selalu menemukan jalannya, dengan cara yang tak terduga," ujar Ozan Ruz dalam keterangannya, dikutip Sabtu 4 April 2026. 

Film ini berada di bawah naungan Executive Producer AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., dengan produser Fariz Stanzah dan Marsa Moesa. Belum ada pengumuman resmi mengenai tanggal tayang, namun pihak produksi menyebut pengumuman ini baru sebagai sebuah permulaan.

Cast film Ayah Ini Arahnya Ke Mana, Ya?

Drama Keluarga yang Relatable, Film "Ayah Ini Arahnya Ke Mana, Ya?" Angkat Luka yang Sering Dipendam

Film Indonesia kembali diramaikan dengan kisah keluarga yang terasa begitu dekat dengan realita. Film “Ayah Ini Arahnya Ke Mana, Ya?” dijadwalkan tayang di bioskop.

img_title

VIVA.co.id

4 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |