Bank Mandiri Cetak Laba Rp15,4 Triliun, Kredit dan DPK Tumbuh Dua Digit

4 days ago 4

Rabu, 22 April 2026 - 07:18 WIB

Jakarta, VIVA – Emiten perbankan pelat merah, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, mencatatkan kinerja keuangan solid pada kuartal I-2026 di tengah tekanan global akibat tensi geopolitik dan volatilitas pasar. Bank berkode emiten BMRI ini membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,4 triliun atau tumbuh 16,6 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan menuturkan, kinerja tersebut ditopang oleh profitabilitas yang tetap kuat, tercermin dari Return on Equity (ROE) di level 22,1 persen. Sementara itu, permodalan perseroan juga terjaga solid dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 19,7 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Posisi ini memberikan ruang yang kuat bagi Bank Mandiri untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan sekaligus menjaga ketahanan menghadapi potensi gejolak pasar ke depan," tutur Riduan dalam Public Expose Kuartal I-2026 pada Selasa, 21 April 2026.

Penyaluran kredit hingga Maret 2026 tercatat sebesar Rp1.530 triliun atau tumbuh 17,4 persen secara YoY atau melampaui rata-rata industri yang berada di kisaran 9,37 persen. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) secara bank only mencapai Rp1.675 triliun atau meningkat 21,1 persen YoY atau lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar di kisaran 13,2 persen.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan

Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang turun ke level 58,0 persen atau membaik 3,48 persen YoY. Di saat yang sama, kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross untuk di level 0,98 persen.

Riduan menegaskan komitmen perseroan terus memperkuat pembiayaan berkelanjutan. Pada kuartal I-2026, emiten bank Himbara ini menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp 3,6 triliun untuk sektor green building dan Rp5 ,2 triliun untuk pengelolaan sumber daya alam hayati.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari sisi pendanaan hijau, perseroan menyampaikan telah merealisasikan alokasi penuh Green Bond Tahap II senilai Rp5 triliun. Sebanyak 72 persen dana tersebut disalurkan ke sektor sumber daya alam hayati, sementara 28 persen lainnya untuk transportasi ramah lingkungan.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari strategi bisnis yang dijalankan secara konsisten dan terarah. Kinerja perseroan yang tetap solid di tengah tantangan global, kata Riduan, menegaskan komitmen perseroan untuk terus memperkuat peran sebagai penggerak utama ekonomi nasional melalui ekspansi bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Halaman Selanjutnya

“Kinerja yang kami hasilkan bukan hanya mencerminkan pertumbuhan bisnis semata, tetapi merupakan hasil nyata dari fokus sinergi yang melibatkan berbagai unsur perekonomian nasional,” beber Riduan. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |