Jakarta, VIVA – Industri film Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran karya terbaru bertajuk Para Perasuk yang dijadwalkan tayang pada 23 April 2026. Disutradarai oleh Wregas Bhanuteja, film ini sempat disalahartikan sebagai film horor karena mengangkat tema kerasukan.
Namun, sang sutradara justru meluruskan anggapan tersebut. Dalam konferensi pers di Jakarta usai pratayang, Wregas menegaskan bahwa film ini tidak masuk dalam genre horor. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Film ini bukan film horor ya, karena saya sendiri penakut. Film ini tentang obsesi manusia,” kata Wregas, Selasa 14 April 2026.
Alih-alih menonjolkan elemen menakutkan, film ini lebih menekankan sisi emosional dan perjalanan batin manusia. Wregas mengungkapkan bahwa proses kreatif film yang dimulai sejak 2024 ini juga sangat personal baginya.
“Jadi film ini pun juga emosional, personal, nggak cuma genre doang,” tutur dia.
Ia bahkan mengaitkan cerita dalam film dengan refleksi kehidupannya sendiri. Menurutnya, kecintaan terhadap dunia film sempat berubah menjadi obsesi yang membuatnya menjauh dari kehidupan nyata.
“Aku menyadari kalau film itu potret dari kehidupan, kenapa aku melupakan kehidupan asli itu sendiri, dan kenapa aku malah terfokus pada frame yang hanya berukuran 16:9 ini. Jadi itulah titik yang merubah aku bahwa hidup lebih penting dari film,” kata dia.
Kisah Obsesi di Balik Tradisi
Para Perasuk mengangkat cerita unik tentang sebuah desa bernama Desa Latas yang memiliki tradisi pesta sambetan—sebuah ritual kerasukan massal yang melibatkan 20 roh binatang berbeda. Tradisi ini bukan sekadar hiburan, melainkan pengalaman komunal yang mempererat warga.
Cerita berpusat pada tokoh Bayu, seorang pemuda yang terobsesi menjadi perasuk terbaik. Ambisinya membawanya mengikuti sayembara demi mendapatkan pengakuan dan peran penting dalam tradisi tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun konflik mulai muncul ketika mata air keramat desa—sumber kehidupan sekaligus pusat spiritual warga—terancam oleh perusahaan besar yang ingin mengubahnya menjadi hotel mewah.
Dalam upaya menyelamatkan desanya, Bayu bertekad menjadi Perasuk utama dan menggelar pesta besar untuk mengumpulkan dana. Perjalanan ini kemudian menguji dirinya, hingga ia menyadari bahwa ambisi saja tidak cukup untuk mencapai tujuan yang lebih besar.
Halaman Selanjutnya
Deretan Bintang Ternama

1 week ago
8



























