Begini Respons Pramono soal Kenaikan Harga Bahan Baku Plastik

2 weeks ago 10

Rabu, 8 April 2026 - 08:50 WIB

Jakarta, VIVA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan kenaikan harga plastik di pasar di luar cakupan pemerintahannya.

Pramono menyebut kontrol harga hingga pengadaan plastik sepenuhnya merupakan ranah pemerintah pusat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Karena memang plastik di luar kontrol kami karena ini pengadaannya sepenuhnya tentunya biasanya dari pemerintah pusat,” ucap Pramono di kawasan Jakarta Utara, dikutip Rabu, 8 April 2026.

Kendati begitu, dia menyebut Pemprov DKI berupaya untuk menekan harga plastik agar tidak terjadi kenaikan yang signifikan.

“Jujur terus terang memang pemerintah daerah tentunya Pemerintah DKI Jakarta sebisa mungkin menahan itu,” ungkapnya.

Hal ini berbeda dengan kenaikan harga yang terjadi pada bahan pokok seperti telur, daging, maupun beras. Sebab, Pemprov DKI Jakarta sudah terbiasa menanganinya.

“Kalau yang untuk beras, kemudian cabai, daging, Pemerintah DKI Jakarta dengan cepat bisa melakukan pasar murah. Kalau memang nanti kami melihat bahwa harganya sudah di luar kewajaran, kami pasti akan melakukan intervensi,” ucap Pramono.

Di sisi lain, Pramono meminta masyarakat untuk tidak panic buying terhadap bahan pokok. Dia menyebut stok bahan pangan milik Jakarta masih tercukupi.

“Kami sampaikan kepada masyarakat, jangan panik untuk berbelanja berlebihan karena Jakarta stoknya sampai dengan hari ini mencukupi,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Perdagangan meminta dukungan dan komitmen dari pelaku usaha untuk tidak menaikkan harga komoditas di tengah isu kenaikan bahan baku plastik saat ini. Harga tersebut terutama MinyaKita.

Direktur Bina Usaha Dalam Negeri Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Nawandaru Dwi Putra mengatakan setelah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Lebaran atau 10 hari terakhir terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, termasuk minyak goreng.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Nawandaru, kenaikan bahan baku bijih plastik ini memberikan dampak terhadap sejumlah komoditas yang dikemas, khususnya yang menggunakan kemasan plastik termasuk minyak goreng baik yang premium, curah, maupun Minyakita.

"Untuk Minyakita kami tetap mengharapkan support dan dukungan komitmen dari pelaku usaha untuk tetap harganya sesuai dengan HET (harga eceran tertinggi), tidak ada perubahan, belum ada penyesuaian sama sekali," ujar Nawandaru dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dipantau secara daring di Jakarta, Senin, dikutip dari keterangannya, Senin, 6 April 2026.

Halaman Selanjutnya

tvOnenews.com/Syifa Aulia

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |