Benarkah Parfum Tidak Boleh Disemprotkan ke Leher?

4 hours ago 2

Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:05 WIB

Jakarta, VIVA Parfum sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang untuk meningkatkan rasa percaya diri dan memberikan kesan segar sepanjang hari. Salah satu kebiasaan yang paling umum dilakukan adalah menyemprotkan parfum ke area leher karena dianggap mampu membuat aroma lebih tahan lama. 

Namun, belakangan muncul klaim di media sosial yang menyebut bahwa menyemprot parfum di leher dapat membahayakan kesehatan, bahkan dikaitkan dengan gangguan pada kelenjar tiroid.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Klaim tersebut tentu membuat banyak orang bertanya-tanya, apakah kebiasaan menyemprot parfum di leher memang sebaiknya dihentikan? Berikut penjelasan lengkapnya, sebagaimana dilansir dari Good Housekeeping, Sabtu, 27 Juni 2026.

1. Belum Ada Bukti Semprot Parfum di Leher Merusak Tiroid

Salah satu isu yang ramai dibahas adalah anggapan bahwa menyemprot parfum di leher dapat mengganggu fungsi kelenjar tiroid karena lokasinya berdekatan. Faktanya, para ahli menjelaskan bahwa klaim tersebut belum didukung bukti ilmiah yang kuat. 

Kelenjar tiroid berada di bawah beberapa lapisan jaringan sehingga parfum yang disemprotkan ke permukaan kulit tidak memiliki jalur langsung menuju organ tersebut. Jika ada kandungan parfum yang terserap tubuh, prosesnya terjadi melalui penyerapan kulit ke aliran darah, bukan langsung menuju tiroid. Artinya, hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa lokasi penyemprotan parfum di leher lebih berbahaya dibandingkan bagian tubuh lainnya.

2. Risiko yang Lebih Nyata Adalah Iritasi Kulit

Meski tidak terbukti merusak tiroid, penggunaan parfum langsung pada leher tetap dapat menimbulkan masalah pada sebagian orang. Kulit leher termasuk area yang relatif tipis dan sensitif. Kandungan alkohol maupun bahan pewangi dalam parfum dapat memicu iritasi, kemerahan, rasa gatal, hingga dermatitis kontak pada individu yang memiliki kulit sensitif atau alergi terhadap komponen tertentu.

Jika Anda pernah mengalami rasa perih atau gatal setelah menggunakan parfum, sebaiknya hentikan pemakaian pada area tersebut dan pilih produk yang lebih ramah untuk kulit sensitif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. Dapat Menyebabkan Bercak Gelap pada Kulit

Selain iritasi, penggunaan parfum pada leher juga dapat meningkatkan risiko munculnya hiperpigmentasi atau bercak gelap. Beberapa kandungan dalam parfum dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari. 

Halaman Selanjutnya

Kombinasi bahan parfum dan sinar ultraviolet berpotensi memicu perubahan warna kulit, terutama jika area leher sering terpapar matahari tanpa perlindungan. Karena itu, banyak ahli menyarankan agar parfum tidak disemprotkan secara berlebihan pada area yang sering terkena sinar matahari langsung.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |