Jakarta, VIVA – Ferrari mendapat sambutan positif di China setelah resmi memasarkan sedan listrik terbarunya, Luce. Meski dibanderol nyaris Rp9 miliar, seluruh kuota yang dialokasikan untuk pasar Negeri Tirai Bambu dikabarkan langsung habis terjual.
Ferrari hanya menyediakan 88 unit Luce untuk konsumen di China pada tahap awal. Disadur VIVA Otomotif dari Carnewschina, Sabtu 27 Juni 2026, jumlah tersebut disebut telah ludes dipesan tidak lama setelah harga resmi diumumkan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di China, Ferrari Luce dijual dengan harga 3.988.000 yuan atau sekitar US$586.600. Jika dikonversikan ke rupiah dengan kurs saat ini, nilainya setara sekitar Rp8,8 miliar. Menariknya, harga tersebut justru sekitar tujuh persen lebih murah dibandingkan banderol mobil yang sama di Eropa.
Peluncuran Luce menjadi langkah penting bagi Ferrari di tengah persaingan yang semakin ketat di pasar otomotif premium China. Dalam beberapa tahun terakhir, produsen lokal mulai menghadirkan mobil performa tinggi berbasis listrik yang menawarkan spesifikasi mengesankan dengan harga jauh lebih rendah.
Salah satu pesaing terdekat adalah Yangwang U9, supercar listrik besutan BYD. Mobil tersebut menawarkan tenaga yang lebih besar, akselerasi lebih cepat, serta teknologi pengisian daya yang lebih singkat dibandingkan Luce, namun dijual dengan harga sekitar setengah dari Ferrari tersebut.
Kompetitor lainnya datang dari GAC melalui Hyptec SSR. Supercar listrik itu dipasarkan mulai 1.286.000 yuan atau sekitar Rp2,8 miliar, sehingga dengan dana untuk membeli satu Ferrari Luce, konsumen bahkan dapat memperoleh sekitar tiga unit Hyptec SSR.
Secara performa, Hyptec SSR juga menawarkan tenaga lebih besar dengan kemampuan berakselerasi dari nol hingga 100 kilometer per jam hanya sekitar 1,9 detik pada varian tertinggi. Angka tersebut bahkan lebih baik dibandingkan mobil listrik terbaru Ferrari.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebelumnya sempat beredar rumor bahwa pembelian Luce menjadi syarat bagi pelanggan untuk memperoleh akses lebih cepat terhadap model Ferrari edisi terbatas di masa depan. Namun kabar tersebut dibantah langsung oleh Chief Marketing Officer Ferrari yang menegaskan tidak ada kebijakan seperti itu.
Meski menghadapi tekanan dari merek-merek lokal yang berkembang pesat, habisnya seluruh kuota Ferrari Luce menunjukkan bahwa permintaan terhadap mobil mewah berlogo Kuda Jingkrak masih sangat kuat di China. Faktor eksklusivitas dan nilai prestise tampaknya tetap menjadi daya tarik utama bagi para kolektor dan konsumen kelas atas.
Pabrikan Mobil China Bikin Ferrari Kebakaran Jenggot
Persaingan industri otomotif global semakin memanas, terutama setelah merek-merek mobil asal China mulai berani menantang dominasi pabrikan Eropa dari sisi desain.
VIVA.co.id
13 Juni 2026

4 hours ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8004128/original/059258800_1780843343-word_media_image4.jpg)

