VIVA – Timnas Korea Selatan menuai sorotan tajam setelah kalah 0-1 dari Afrika Selatan pada laga terakhir Grup A Piala Dunia 2026.
Kekalahan tersebut membuat Taegeuk Warriors gagal lolos langsung ke babak 32 besar dan kini hanya bisa berharap melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Gol tunggal Thapelo Maseko pada menit ke-63 memastikan kemenangan Afrika Selatan sekaligus mengantarkan mereka finis sebagai runner-up Grup A. Sementara itu, Korea Selatan harus puas berada di peringkat ketiga klasemen.
Pemain Korea Selatan, Hwang In-beom, Lee Gi-hyuk dan Son Heung-min
Photo :
- Ulises RUIZ / AFP
Suasana Mixed Zone Stadion Monterrey usai Afrika Selatan kalahkan Korea Selatan 1-0 di Piala Dunia 2026
Peluang Korea Selatan untuk melaju ke fase gugur memang masih terbuka melalui jalur wildcard. Namun, nasib mereka bergantung pada hasil pertandingan di grup lain, dengan posisi yang semakin terancam karena sejumlah tim seperti Swedia, Ekuador, Paraguay, Iran, dan Kroasia berada di atas mereka dalam persaingan peringkat ketiga terbaik.
Di tengah situasi tersebut, legenda sepak bola Korea Selatan, Park Ji-sung, melontarkan kritik keras kepada Pelatih Hong Myung-bo sekaligus Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA).
Menurut Park, performa Korea Selatan sepanjang fase grup jauh dari memuaskan dan sulit berharap banyak meski nantinya berhasil lolos ke babak 32 besar.
"Kami belum tersingkir, tetapi rekor satu kemenangan dan dua kekalahan akan mengakibatkan tersingkir (dari babak grup) di Piala Dunia Qatar 2022," ujarnya dilansir dari Sports Seoul.
"Tentu saja, kami dapat melaju ke Babak 32 Besar (sebagai wild card karena finis ketiga di grup), tetapi masih diragukan apakah kami akan mampu menunjukkan performa yang baik bahkan di sana."
Legenda Manchester United itu juga menilai persoalan yang dialami Timnas Korea Selatan bukan hanya kesalahan pelatih, melainkan berasal dari sistem pembinaan sepak bola yang belum berjalan dengan baik.
"Pada akhirnya, kita tidak bisa tidak merasa bahwa kesalahan terletak pada organisasi yang memimpin sepak bola Korea."
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan minimnya perkembangan sistem pembinaan selama kepemimpinan panjang mantan Presiden KFA, Chung Mong-kyu.
Park Ji-sung menegaskan perubahan besar tidak bisa terjadi secara instan dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membangun fondasi yang kuat.
Halaman Selanjutnya
"Sejujurnya, jin tidak bisa muncul seperti sihir dalam sekejap dan mengubah segalanya. Bukan hanya 10 tahun terakhir yang seperti ini; sudah seperti ini sejak lama."

3 hours ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8004128/original/059258800_1780843343-word_media_image4.jpg)

