Bentrokan 'Berdarah' di Matraman, Menko Polkam Pastikan Kondisi Sudah Mulai Kondusif

1 week ago 1

Senin, 27 Juli 2026 - 12:24 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago memastikan kondisi di sekitar kawasan Matraman dan Jalan Tambak, Menteng Jakarta Pusat sudah mulai kondusif dan membaik.

Djamari mengaku mendapat laporan terkait kondisi terkini dari para petugas yang turun langsung ke lapangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sedang ditangani dan sudah menjadi, kondisi sudah kembali baik, itu yang saya dapat laporan,” kata Djamari kepada wartawan Senin, 27 Juli 2026.

Diketahui, Bentrokan yang melibatkan dua kelompok di kawasan Matraman hingga Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu 26 Juli 2026, masih menjadi perhatian aparat kepolisian. Peristiwa tersebut berujung tragis setelah seorang pemuda berinisial K (23) meninggal dunia, sementara seorang korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Polres Metro Jakarta Pusat hingga kini masih mendalami rangkaian kejadian yang memicu bentrokan tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi meluruskan informasi yang sempat beredar di masyarakat terkait penyebab insiden itu.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Reynold Hutagalung, menegaskan bahwa bentrokan bukan dipicu oleh persoalan tidak membayar nasi uduk seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial. Menurutnya, keributan bermula dari aksi dua orang pengendara sepeda motor yang membuat kebisingan di sekitar lapak pedagang nasi uduk.

"Bahwasannya ada 2 orang yang menggunakan kendaraan bermotor melewati jualan nasi uduk yang gerobaknya berdampak dirusak, itu karena menggeber-geber motornya. Sehingga knalpot tersebut membuat kebisingan," ujar Reynold.

Kronologi bentrok bermula ketika dua pemuda melintas menggunakan sepeda motor sambil menggeber-geber mesin kendaraan mereka. Suara bising yang ditimbulkan mengganggu warga dan para pedagang yang masih beraktivitas di sekitar lokasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Merasa terganggu, sejumlah warga kemudian menegur kedua pemuda tersebut. Namun, teguran itu justru memicu ketegangan karena keduanya tidak menerima diperingatkan. Setelah sempat meninggalkan lokasi, mereka diduga kembali dengan membawa sekitar lima orang rekannya.

Situasi kemudian berubah menjadi ricuh ketika kelompok tersebut diduga melakukan aksi perusakan terhadap sejumlah lapak pelaku UMKM di sekitar lokasi serta melakukan pemukulan terhadap warga.

Halaman Selanjutnya

"Ditegur tidak terima, dan 2 orang itu mengajak teman-teman lainnya sejumlah 5 orang kembali ke lokasi yang melakukan keributan bahkan merusak di beberapa UMKM yang ada. Bahkan ada warga yang terpukul," ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |