BI: IMF dan Investor Global Nilai RI Mampu Seimbangkan Stabilitas dan Pertumbuhan

1 week ago 10

Rabu, 15 April 2026 - 11:33 WIB

Jakarta, VIVA – Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa dari sudut pandang perekonomian global, Indonesia kembali ditegaskan sebagai salah satu 'bright spot' dengan fundamental yang kuat, kebijakan yang kredibel, serta ketahanan ekonomi yang terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Direktur Departemen Komunikasi BI, Anton Pitono menjelaskan, IMF dan investor global juga mengapresiasi konsistensi Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Antara lain melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang solid, disiplin dalam mempertahankan defisit di bawah 3 persen dari PDB, serta respons kebijakan yang adaptif dan forward-looking dalam menghadapi tekanan eksternal," kata Anton dalam keterangannya, Rabu, 15 April 2026.

Managing Director International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgiev menilai, di tengah dinamika global yang semakin kompleks, Indonesia nyatanya masih mampu mengelola keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan secara optimal 

"Dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan yang didukung oleh kuatnya permintaan domestik," ujarnya.

Hal tersebut disampaikan Georgieva dalam pertemuan dengan Gubernur BI, Menteri Keuangan, dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI dalam rangkaian pertemuan lanjutan dengan investor global pada IMF Spring Meetings, Selasa, 14 April 2026.

Dalam rangkaian IMF Spring Meetings tersebut, Anton menjelaskan bahwa BI melanjutkan outreach dengan para investor global, untuk menekankan bahwa perekonomian Indonesia tetap berada pada jalur yang tepat dan terkelola dengan baik di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang tetap solid didukung oleh permintaan domestik yang kuat, inflasi yang terjaga dalam sasaran, serta pemulihan intermediasi perbankan, Indonesia menurutnya telah menunjukkan ketahanan yang konsisten di tengah tekanan eksternal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anton menambahkan, Bank Indonesia juga menekankan bahwa respons kebijakan yang ditempuh tidak lagi bersifat konvensional. Melainkan melalui bauran kebijakan yang terintegrasi dan adaptif, mengombinasikan kebijakan moneter yang berfokus pada stabilitas, kebijakan makroprudensial yang pro-pertumbuhan, serta penguatan sistem pembayaran untuk mendukung aktivitas ekonomi dan digitalisasi.

Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, BI menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas melalui pengelolaan nilai tukar yang fleksibel namun terukur, penguatan instrumen moneter untuk menjaga daya tarik aset domestik, serta pengelolaan likuiditas yang hati-hati agar tetap mendukung pertumbuhan.

Halaman Selanjutnya

Sinergi erat dengan Pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal, menurutnya termasuk komitmen mempertahankan defisit di bawah 3 persen dari PDB, serta realokasi belanja ke sektor produktif yang turut memperkuat kredibilitas kebijakan nasional.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |