Bitcoin Terjun Dekati US$65.000 Usai Trump Ancam Serangan Besar ke Iran

3 weeks ago 15

Kamis, 2 April 2026 - 18:00 WIB

Jakarta, VIVA – Harga Bitcoin menjadi sorotan setalah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengisyaratkan eskalasi serangan terhadap Iran. Aset kripto paling tertekan hingga mendekati level krusial US$65.000. 

Bitcoin tercatat turun lebih dari 3,7 persen dan sempat bergerak di kisaran US$66.590 atau sekitar Rp 1,13 miliar hingga pukul 12.04 GMT+7 pada Kamis, 2 April, 2026. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, pelaku pasar fokus pada level psikologis US$65.000 yang menjadi titik krusial Bitcoin untuk mempertahankan tren kenaikan. Secara teknikal, penurunan di bawah US$65.000 berpotensi menyeret harga menuju level US$60.000 dalam waktu dekat.

Ilustrasi koin kripto. (FOTO: Indodax)

Dalam pidatonya di Gedung Putih pada Rabu, 1 April 2026, Trump mengecam akan melakukan operasi militer AS terhadap Iran masih akan berlanjut dalam waktu dekat. Ia memperingatkan, serangan kali ini akan semakin intens dalam beberapa pekan ke depan.

“Militer AS sangat dekat untuk menyelesaikan ‘Operation Epic Fury’. Namun kami akan menghantam mereka dengan sangat keras dalam dua hingga tiga minggu ke depan untuk memastikan hasil yang tegas,” ujar Trump dikutip dari TrandingView, Kamis, 2 April 2026. 

Pernyataan Trump seketika mendorong harga minyak dunia naik di atas US$100 atau sekitar Rp 1,7 juta per barel. Lonjakan mencerminkan kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan pasokan energi, khususnya di Selat Hormuz.

Lonjakan harga energi ini turut meningkatkan kekhawatiran inflasi, yang pada akhirnya menekan minat investor terhadap aset berisiko seperti Bitcoin. 

Pasar keuangan global, termasuk saham, minyak, dan kripto, mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini dipicu oleh ketidakpastian arah konflik antara AS, Israel, dan Iran.

Sebelumnya, pasar sempat merespons positif setelah Trump memberi sinyal bahwa perang akan segera berakhir. Namun, perubahan retorika terbaru kembali memicu kekhawatiran akan konflik yang berkepanjangan.

Harapan Damai Bisa Dorong Pemulihan Harga Bitcoin

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski mengancam akan meningkatkan serangan, Trump juga membuka peluang tercapainya gencatan senjata. Ia menyebut komunikasi diplomatik antara kedua pihak masih berlangsung.
Trump bahkan optimistis bahwa berakhirnya konflik akan membawa dampak positif bagi pasar energi dan keuangan global.

“Ketika konflik ini berakhir, selat itu akan terbuka dengan sendirinya. Mereka ingin menjual minyak untuk membangun kembali ekonomi. Harga gas akan turun dengan cepat, dan pasar saham akan kembali naik,” kata Trump.

Halaman Selanjutnya

Jika ketegangan mereda, likuiditas pasar diperkirakan akan kembali mengalir dan mendukung pemulihan aset berisiko, termasuk Bitcoin.Namun sebaliknya, jika konflik terus berlanjut, tekanan terhadap pasar global diperkirakan akan semakin besar, terutama jika level krusial Bitcoin gagal bertahan dalam beberapa pekan ke depan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |