Bos HYBE Bang Si Hyuk Terancam Ditangkap Buntut Kasus Dugaan Manipulasi Saham Rp2,2 Triliun

4 days ago 4

Selasa, 21 April 2026 - 17:00 WIB

Korea, VIVA – Ketua perusahaan hiburan raksasa Korea Selatan, Bang Si Hyuk, kini tengah menghadapi ancaman serius setelah polisi mengajukan permintaan surat penangkapan terhadap dirinya. Perkembangan ini menjadi sorotan besar karena menyangkut dugaan manipulasi saham dalam jumlah fantastis yang diperkirakan mencapai ratusan miliar won. Kasus tersebut juga menarik perhatian publik global mengingat posisi penting Bang Si Hyuk dalam industri musik dunia.

Pada 21 April, Unit Kejahatan Finansial dari Seoul Metropolitan Police Agency secara resmi mengajukan permohonan surat penangkapan terhadap Bang Si Hyuk. Ia diduga terlibat dalam praktik perdagangan saham tidak adil dan penipuan berdasarkan aturan dalam Capital Markets Act Korea Selatan, melansir dari KBIZoom. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini berakar dari peristiwa yang terjadi sebelum perusahaan hiburan HYBE melantai di bursa saham pada Oktober 2020. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menduga bahwa pada tahun 2019 Bang Si Hyuk memberikan informasi kepada investor lama bahwa perusahaan tidak memiliki rencana untuk melakukan penawaran saham perdana atau IPO dalam waktu dekat. 

Informasi tersebut disebut mendorong sejumlah investor untuk menjual saham mereka. Setelah saham dijual, diduga saham tersebut kemudian dibeli melalui perusahaan khusus atau special purpose company (SPC) yang berkaitan dengan dana investasi swasta yang melibatkan sejumlah eksekutif HYBE.

Setelah HYBE resmi menjadi perusahaan publik, nilai sahamnya melonjak tajam. Dari selisih harga saham tersebut, aparat menduga Bang Si Hyuk memperoleh keuntungan besar yang nilainya diperkirakan mencapai sekitar 190 miliar won atau setara kurang lebih Rp2,2 triliun. Besarnya nilai dugaan keuntungan ini menjadikan kasus tersebut sebagai salah satu penyelidikan finansial paling besar yang pernah melibatkan petinggi industri K-pop.

Proses penyelidikan terhadap kasus ini sebenarnya telah berlangsung cukup lama dan melibatkan berbagai langkah hukum. Aparat sebelumnya telah melakukan penggeledahan di kantor Korea Exchange pada Juni 2025. Selain itu, kantor pusat HYBE di Seoul juga sempat digeledah sebagai bagian dari proses penyidikan. Bang Si Hyuk sendiri dilaporkan telah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka hingga lima kali, dan selama proses tersebut ia juga dikenakan larangan bepergian ke luar negeri untuk memastikan kelancaran investigasi.

Halaman Selanjutnya

Kasus ini turut melibatkan otoritas keuangan Korea Selatan, yaitu Financial Services Commission, yang sebelumnya telah melimpahkan Bang Si Hyuk bersama sejumlah mantan eksekutif HYBE kepada pihak jaksa atas dugaan pelanggaran serupa. Hal ini menunjukkan bahwa penyelidikan tidak hanya dilakukan oleh kepolisian, tetapi juga melibatkan lembaga pengawas keuangan negara.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |