Jakarta, VIVA - Bursa Asia-Pasifik melesat pada pembukaan perdagangan Rabu, 15 April 2026. Kinclonnya indeks-indeks acuan di kawasan ini menyusul penguatan bursa Amerika Serikat (AS) merespons penurunan harga minyak dunia seiring meningkatnya harapan penyelesaian perang Timur Tengah secara diplomatik.
Pejabat Gedung Putih yang meminta namanya dirahasiakan menyampaikan, putaran kedua negosiasi damai AS dan Iran sedang dibahas. Namun, belum ada jadwal resmi kapan kedua pihak akan berunding.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kami telah dihubungi oleh pihak lain. Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan,” kata Presiden AS, Donald Trump, pada Senin, 13 April 2026.
Harapan tercapainya kesepatan damai ini memicu koreksi harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sebesar 0,32 persen menjadi US$90,69 per barel pada pukul 20:00 ET. Begitu pula minyak acuan internasional, Brent, anjlok 0,28 persen menjadi US$94,52 per barel.
Ilustrasi minyak mentah.
Photo :
- CNBC Internasional
Melansir CNBC Internasional, indeks Kospi Korea Selatan naik hampir 3 persen. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham perusahaan berkapitalisasi kecil menguat 1,65 persen.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 melambung 0,72 persen. Sementara itu, indeks Topix melesat 0,87 persen.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 meningkat 0,42 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong berjangka berada merangkak ke level 26.145, dari posisi sebelumnya di area 25.872,32.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perdagangan di Wall Street turut diwarnai penguatan. Indeks S&P 500 melesat 1,18 persen hingga mendekati titik tertinggi sepanjang masa di angka 7.002,28 yang dicapai pada 28 Januari 2026.
Nasdaq Composite membukukan lonjakan sebesar 1,96 persen. Indeks Dow Jones Industrial Average melesat 317,74 poin atau 0,66 persen.
Harga Minyak Dunia Turun Tipis ke US$97, Sinyal Damai AS-Iran Jadi Pemicu
Harga minyak dunia turun ke kisaran Rp1,65 juta per barel usai muncul harapan dialog AS-Iran, meredakan kekhawatiran pasokan global di tengah konflik.
VIVA.co.id
14 April 2026

1 week ago
10



























