Jakarta, VIVA - Bursa Asia-Pasifik tancap gas pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu, 8 April 2026. Lonjakan ditopang persetujuan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, tunda serangan terhadap infrastruktur Iran selama dua minggu.
Trump mengatakan, gencatan senjata selama dua minggu ini bergantung terhadap keputusan Iran untuk membuka Selat Hormuz. "Langkah itu tergantung pada persetujuan Republik Islam Iran untuk membuka Selat Hormuz secara lengkap, segera dan aman," tulis Trump di Truth Social.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengunggah cuitan di X yang mengatasnamakan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi negara itu mengatakan bahwa angkatan bersenjata Teheran akan menghentikan operasi pertahanan. Araghchi menambahkan, pembukaan Selat Hormuz akan dikoordinasikan dengan angkatan bersenjata Iran selama dua minggu ke depan.
Melansir CNBC Internasional, indeks Kospi di Korea Selatan melesat 5,99 persen. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil menguat hampir 5 persen.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 melambung 1,79 persen. Indeks Topix turut membukukan kenaikan signifikan sebesar 1,69 persen.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 melonjak 2,8 persen. Kontrak berjangka Indeks Hang Seng berada di 25.233 dibandingkan penutupan terakhirnya di 25.116,53.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bursa AS, Wall Street, ditutup beragam pada sesi perdagangan semalam. Indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi 85,42 poin atau 0,18 persen ke area 46.584,46.
Indeks S&P 500 menguat tipis 0,08 persen menjadi 6.616,85. Begitu juga, Nasdaq Composite naik 0,10 persen ke level 22.017,85.
AS-Iran Setuju Gencatan Senjata, Selat Hormuz Akhirnya Dibuka Kembali
Amerika Serikat dan Iran sepakat untuk melakukan gencatan senjata bersyarat selama dua minggu. Kesepakatan ini juga menandai selat hormuz akan dibuka kembali oleh Iran
VIVA.co.id
8 April 2026

2 weeks ago
6



























