BYD PHK 100.000 Karyawan Padahal Lagi Jaya-jayanya

2 hours ago 1

Rabu, 1 April 2026 - 09:48 WIB

China, VIVA - Industri kendaraan listrik global mulai memasuki fase baru. Jika sebelumnya persaingan bertumpu pada produk dan harga, kini efisiensi operasional serta ekspansi global menjadi fokus utama para produsen.

Pergeseran ini tercermin dari langkah strategis BYD yang memangkas sekitar 100.000 tenaga kerja atau setara 10 persen dari total karyawannya sepanjang 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir VIVA Otomotif dari Carnewschina, Rabu 1 April 2026, langkah tersebut disebut sebagai bagian dari restrukturisasi untuk meningkatkan efisiensi dan pengendalian biaya, bukan karena penurunan permintaan. Di tengah dinamika industri, performa bisnis BYD justru menunjukkan pertumbuhan yang tetap kuat, sekaligus mencerminkan perubahan strategi di tengah kompetisi yang semakin ketat.

Sepanjang 2025, BYD mencatat pendapatan mencapai 8.039,6 miliar yuan atau setara sekitar Rp17.500 triliun. Angka ini diiringi dengan total penjualan kendaraan global yang mencapai 4,6 juta unit. Dari jumlah tersebut, kontribusi pasar luar negeri terus meningkat, dengan ekspor menyentuh sekitar 1,05 juta unit—untuk pertama kalinya melampaui angka satu juta unit dalam setahun.

Pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa pasar global menjadi tumpuan pertumbuhan baru bagi produsen kendaraan listrik asal China. Di tengah persaingan harga yang semakin intens di pasar domestik, ekspansi ke berbagai kawasan seperti Asia Tenggara, Eropa, hingga Amerika Latin menjadi strategi untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Di sisi lain, tekanan tetap terasa pada profitabilitas. BYD membukukan laba bersih sebesar 326,2 miliar yuan atau sekitar Rp711 triliun, turun sekitar 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi oleh tekanan harga di pasar kendaraan energi baru (NEV) di China serta investasi berkelanjutan dalam pengembangan teknologi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Investasi tersebut tercermin dari belanja riset dan pengembangan (R&D) yang mencapai 634 miliar yuan atau setara sekitar Rp1.380 triliun. Dana ini difokuskan pada pengembangan teknologi elektrifikasi, sistem baterai, serta infrastruktur pengisian daya, yang menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing jangka panjang.

Dalam pengembangan teknologi, BYD memperkenalkan Blade Battery 2.0 yang dipadukan dengan Flash Charging 2.0. Teknologi ini memungkinkan pengisian daya baterai dari 10 persen ke 70 persen dalam waktu sekitar lima menit, serta hingga 97 persen dalam sembilan menit pada kondisi standar. Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan konsumen terhadap efisiensi waktu pengisian daya.

Halaman Selanjutnya

Ekspansi global juga terus diperkuat. BYD meningkatkan target ekspor kendaraan pada 2026 menjadi 1,5 juta unit, atau naik sekitar 15 persen dari target sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan peran pasar internasional yang semakin besar dalam menopang pertumbuhan perusahaan di tengah dinamika pasar domestik.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |