Jakarta, VIVA – Calon Ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve, Kevin Warsh, menjadi sorotan usai melaporkan kekayaan. Berdasarkan dokumen pengungkapan keuangan terbaru, total aset yang dimiliki calon bos Federal Reserve (The Fed) diperkirakan lebih dari US$100 juta atau sekitar Rp 1,71 triliun (estimasi kurs Rp 17.140 per dolar AS).
Dokumen keuangan setebal 69 halaman diajukan sebagai syarat untuk melanjutkan proses nominasi Warsh di Senat AS. Dalam laporan ini, Warsh memegang kepemilikan besar di Juggernaut Fund LP dengan nilai investasi mencapai lebih dari US$50 juta atau sekitar Rp 857 miliar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain itu, Warsh juga tercatat menerima pendapatan konsultasi sebesar US$10,2 juta dari kantor investasi milik investor Wall Street, Stanley Druckenmiller. Namun, detail sejumlah aset tidak diungkap secara rinci karena terikat perjanjian kerahasiaan.
Warsh menegaskan akan melepas kepemilikan tersebut jika nantinya resmi menjabat sebagai Ketua The Fed. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen kepatuhan terhadap aturan etika pemerintahan di AS.
“Saya akan melepas aset ini jika dikonfirmasi,” tulis Warsh dalam dokumen tersebut dikutip dari NBC News pada Rabu, 15 April 2026.
Selain investasi besar, laporan juga mencantumkan berbagai aset lain di sektor teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan kripto. Beberapa di antaranya adalah platform kopi robotik Cafe X, perusahaan wearable teknologi Cionic, hingga proyek berbasis Ethereum.
Lebih lanjut, laporan juga menunjukkan kekayaan istri Warsh, Jane Lauder, yang memiliki latar belakang dari keluarga pemilik perusahaan kosmetik high end, Estee Lauder. Jane Lauder diperkirakan mempunyai harta mencapai US$1,9 miliar atau sekitar Rp 32,5 triliun.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara itu, kewajiban (utang) finansial Warsh tergolong sedikit jika dibandingkan dengan aset. Warsh memiliki kredit hipotek senilai US$5 juta atau sekitar Rp 85,7 miliar dari JPMorgan Chase serta fasilitas kredit dari PNC Bank.
Analis Office of Government Ethics (OGE), Heather Jones, menyatakan bahwa Warsh akan memenuhi ketentuan setelah proses divestasi dilakukan. Mengingat Dokumen setebal 69 halaman tersebut diajukan sebagai syarat untuk melanjutkan proses nominasi Warsh di Senat Amerika Serikat.
Halaman Selanjutnya
“Setelah pelapor melepas aset tersebut, ia akan mematuhi Undang-Undang Etika Pemerintahan,” ucapnya.

1 week ago
5



























