Cegah DBD, Enesis Group dan Soffell Geber Kampanye Promotif Asean Dengue Day 2026

5 days ago 6

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Jakarta, VIVA Enesis Group melalui brand lokal unggulannya, Soffell, kembali bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan menggelar program "Asean Dengue Day 2026", guna mendukung upaya promotif dan preventif Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia.

Turut menggandeng Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Dinas Pendidikan Jakarta, Enesis Group hadir dalam rangkaian kegiatan roadshow edukasi di SDN 03 & 05 Tanah Tinggi, SDN 20 Utan Kayu Selatan, dan SDN 02 Mampang Prapatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Head of Human Resources, Services, and Public Relations Enesis Group, RM Ardiantara menekankan, upaya pencegahan DBD tidak bisa dilakukan secara parsial.

“Kami berharap Gerakan 3M+ tidak hanya menjadi jargon, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan di sekolah, di rumah, dan di lingkungan masyarakat,” kata RM Ardiantara dalam keterangannya, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Ilustrasi Demam Berdarah Dengue (DBD)

Photo :

  • VIVA.co.id/Andrew Tito

Dia menambahkan, semangat Gerakan Bebas Dengue yang digagas di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh bagi negara-negara ASEAN lainnya.

“Sebagai perusahaan Indonesia yang juga hadir di sejumlah negara ASEAN, kami berharap semangat Gerakan Bebas Dengue yang dimulai dari Indonesia dapat menginspirasi lahirnya inisiatif serupa di negara-negara ASEAN lainnya,” ujarnya.

Program ini menghadirkan edukasi interaktif mengenai Gerakan 3M+, yaitu Menguras, Menutup, Mendaur Ulang, serta pentingnya melindungi diri dari gigitan nyamuk melalui penggunaan lotion antinyamuk Soffell. Serta, memperkuat Gerakan 3M+ upaya mendukung target Indonesia Zero Dengue Death 2030.

Dengan mengusung tema “Indonesia Pionir Gerakan Bebas Dengue di ASEAN”, inisiatif ini diwujudkan melalui edukasi interaktif di beberapa sekolah dasar di Jakarta untuk membangun budaya pencegahan DBD sejak dini.

Faktanya, angka kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia mengalami penurunan dalam empat tahun terakhir. Case Fatality Rate (CFR) turun dari 0,9 persen pada 2021 menjadi 0,42 persen pada 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun di balik capaian itu, masih ada 673 nyawa melayang sepanjang tahun lalu dari total 161.752 kasus. Hingga pertengahan 2026, 105 orang telah meninggal dari 39.672 kasus yang tercatat.[b] 

Yang menjadi perhatian, kematian akibat DBD paling banyak terjadi pada kelompok usia 5-14 tahun (41 persen) yang merupakan anak-anak usia sekolah. Sementara itu, kelompok usia 15-44 tahun menyumbang kasus tertinggi (42 persen), menjadikan mereka sebagai kelompok yang paling sering terpapar namun juga berpotensi menjadi agen perubahan di lingkungannya.

Halaman Selanjutnya

Target Indonesia Zero Dengue Death 2030 bukanlah mimpi. Dengan kolaborasi yang terus diperkuat antara pemerintah, dunia usaha, sekolah, dan masyarakat, penurunan kasus dan kematian akibat DBD bukan hal yang mustahil. Setiap langkah kecil, seperti menguras bak mandi atau menutup tempat penampungan air, adalah kontribusi nyata menuju Indonesia bebas dengue.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |